Kompetisi International Kangaroo Linguistic Contest (IKLC) untuk pertama kalinya digelar di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada Sabtu (12/9/2025).
Tidak kurang dari 70 peserta turut bersaing memperebutkan medali yang telah disiapkan oleh panitia. Para peserta berasal dari kelas satu hingga kelas enam.
Selama ini, mereka mengikuti kegiatan tersebut bersama sekolah-sekolah lain. Namun, mengingat jumlah peserta melebihi kuota yang telah ditentukan, pelaksanaan kegiatan kali ini dapat diselenggarakan di sekolah masing-masing.
“Menimbang usulan dari wali murid yang aktif mengikuti Olimpiade ini, kegiatan diselenggarakan di sekolah sendiri,” ujar Kaur Kesiswaan, Hidayatunni’mah, S.Ag., M.Pd.
Kemudian, lanjutnya, kami berkoordinasi dengan penyelenggara perwakilan yang berkantor di Jakarta. Hasilnya, SD Musix diperkenankan untuk menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri.
Berbagai persiapan telah dilakukan, terutama memastikan bahwa ruangan yang digunakan bersifat representatif dan steril.
“Selain peserta, yang diperbolehkan berada di dalam ruangan hanya satu orang pengawas,” tutur Koordinator Sarpras, Darmaji, S.Pd.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan dilakukan secara daring dan dipantau secara live menggunakan dua kamera, satu diletakkan di depan dan satu lagi di belakang para peserta.
“Sejak tadi malam, perangkat daring sudah kami siapkan bersama Admin SD Musix, Mas Warno,” tambah mantan Kepala SD Muhammadiyah 7 Jagir Surabaya itu.
Gangguan teknis sempat terjadi di awal pelaksanaan verifikasi data peserta. Salah satu peserta, Abelano Hilal Abiyu Jamail dari kelas 5-ICP, sempat melaporkan kendala saat akan masuk ke sistem.
“Ustadz, kok saya tidak bisa masuk?,” tanya Hilal, sapaan akrabnya, sambil menunjukkan perangkat gadget-nya.
Pengawas ruangan, Ramadhana Al Fikri Bin Zahid, S.Pd., segera menenangkan peserta dan memberikan penjelasan.
“Oh, sabar ya. Ternyata bukan hanya kamu, beberapa peserta di ruangan lain juga mengalami hal yang sama,” jelasnya.
Meski sempat mengalami kendala teknis di awal, proses verifikasi berjalan lancar setelah beberapa saat, dan pelaksanaan kegiatan pun dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.
Para peserta tampak antusias dan optimis dalam mengikuti pelaksanaan IKLC yang digelar di SD Musix. Salah satunya adalah Qyara Anjani Devanti, siswi kelas 6-B, yang mengaku telah menyelesaikan seluruh soal dengan baik.
“Alhamdulillah, 35 soal sudah saya selesaikan semua dengan baik. Soal hasilnya, kami serahkan kepada Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh optimisme.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh An Nisaa Kusuma Rahmania, siswi kelas 6-A. Ia mengaku cukup percaya diri dalam mengerjakan soal pilihan ganda, namun sedikit mengalami kendala pada soal uraian.
“Kalau saya sih, multiple choice insyaAllah bisa, tetapi untuk description, sedikit ada kendala,” terangnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan orang tua. Wali murid dari salah satu siswa kelas 1-ICP 1, Citra Riptia Ningtias, S.Farm., menyampaikan rasa puasnya atas pelaksanaan IKLC yang dilakukan di sekolah.
Ia yang setia menunggu putrinya, Radea Aisha Handoyo, menilai bahwa penyelenggaraan kompetisi ini di sekolah sendiri sangat positif.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan IKLC yang diselenggarakan di sekolah. Menurut saya, sekolah memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan potensi literasi dan kemampuan berbahasa internasional siswa sejak dini,” tegasnya.
Menurutnya, momen ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya membangun rasa percaya diri anak-anak, tetapi juga memperkuat semangat belajar serta menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat.
Citra Riptia juga berharap kegiatan IKLC ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di SD Musix.
Ia menilai bahwa acara seperti ini sangat bermanfaat dalam memotivasi siswa untuk mencintai bahasa, memperluas wawasan global, dan mendorong keberanian bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Saya juga berharap SD Musix dapat melahirkan lebih banyak talenta muda yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” harap sarjana Apoteker yang kini mengajar di SMKS Sepuluh Nopember Sidoarjo.
Sementara itu, Kaur Kurikulum, Anisa Herwati, S.Pd.I., M.Pd., berharap kompetisi bergengsi ini dapat menjadi pemicu semangat literasi.
Ia juga berharap kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa, kreativitas, dan berpikir kritis siswa ini dapat terlaksana dengan lebih baik di masa mendatang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments