Sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang ramah, adil, serta berpihak pada kebutuhan setiap peserta didik, Sekolah Riset Plus SD MUTU Paiton terus memperkuat Program Inklusi secara berkelanjutan. Salah satu agenda strategis yang rutin dilaksanakan ialah konsultasi bersama psikolog sebagai bagian penting untuk memastikan layanan pendidikan berjalan optimal dan terarah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026) bertempat di Aula SD MUTU Paiton dalam suasana hangat dan penuh refleksi. Agenda ini merupakan program berkala yang digelar setiap tiga hingga enam bulan sekali bersama psikolog Ustaz Dr. Masykur AG yang berpengalaman dalam pendampingan psikologis serta pendidikan inklusif.
Forum konsultasi ini melibatkan wali murid, guru kelas reguler, guru pendamping khusus (GPK), serta guru pendamping (shadow) yang selama ini mendampingi proses belajar anak.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Masykur menegaskan pentingnya kolaborasi yang solid antara guru kelas, GPK, dan shadow. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi tidak dapat berjalan secara terpisah, melainkan harus dibangun melalui komunikasi terbuka, saling menghargai peran, serta memiliki visi yang sama dalam mendampingi anak.
Ia juga menyampaikan dengan penuh empati bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak yang istimewa, bahkan disebut sebagai “anak mahal”. “Bayangkan, gurunya saja tiga,” ungkapnya, menggambarkan besarnya perhatian dan investasi waktu yang diberikan kepada mereka. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki nilai yang sangat berharga dan berhak memperoleh pelayanan terbaik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun “produk gagal” yang Allah ciptakan, termasuk anak berkebutuhan khusus. Di balik setiap keterbatasan terdapat tujuan, hikmah, serta kelebihan yang dititipkan Allah. Peran orang tua dan guru ialah menemukan, menguatkan, serta mengembangkan potensi tersebut dengan kesabaran dan keyakinan.
Sebagai refleksi spiritual, ia mencontohkan kisah Abdullah bin Umm Maktum, sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki keterbatasan penglihatan, tetapi dimuliakan kedudukannya. Kisah tersebut menjadi penguat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kemuliaan, dan setiap anak memiliki peluang untuk tumbuh serta berkontribusi.
Kehadiran Direktur Sekolah Riset Plus SD MUTU Paiton dalam agenda ini menjadi wujud dukungan penuh terhadap penguatan sistem layanan inklusi. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi dan pengisian energi bagi para guru agar terus mendampingi anak-anak dengan profesionalitas, ketulusan, dan kasih sayang.
Melalui langkah yang konsisten ini, sekolah berharap Program Inklusi semakin kokoh, kolaborasi semakin erat, serta layanan pendidikan semakin berkualitas menuju lingkungan belajar yang inklusif, manusiawi, dan penuh kepedulian.






0 Tanggapan
Empty Comments