SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak banjir besar di wilayah Sumatera.
Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatera akhir-akhir ini telah mengakibatkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
Kondisi tersebut mendorong banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan, untuk turut serta mengambil peran dalam meringankan beban para korban. Tidak terkecuali SD Muwri yang selama ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan gerakan kepedulian.
Gerakan penggalangan dana ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, karyawan, hingga para wali murid. Sejak hari pertama dibuka, antusiasme untuk berdonasi sangat luar biasa.
Para siswa datang ke sekolah dengan membawa donasi seikhlasnya, mulai dari uang saku hingga tabungan pribadi.
Sementara itu, para guru, karyawan, dan wali murid juga turut memberi kontribusi yang tidak sedikit. Semangat gotong royong dan rasa empati benar-benar terasa di lingkungan SD Muwri.
Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kids (IPM Kids) SD Muwri ikut mengambil peran penting dalam kegiatan ini. Dengan didampingi pihak sekolah, para pengurus IPM Kids aktif mengoordinasikan pengumpulan dana.
Mereka bergerak dari satu kelas ke kelas lain, mendata donasi, serta mengajak teman-temannya untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan ini.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang selama ini ditekankan oleh SD Muwri bahwa membantu sesama adalah wujud nyata dari nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.
Salah satu bentuk dukungan lainnya adalah keputusan sekolah untuk mengkhususkan infaq Jumat pekan ini sebagai tambahan donasi untuk warga Sumatera. Kebijakan ini disambut baik oleh seluruh wali murid.
Setiap amplop infaq yang biasa diisi dengan nominal seikhlasnya kini disisipkan niat khusus: membantu saudara-saudara yang sedang diuji musibah. Hal ini semakin menambah jumlah dana yang berhasil dikumpulkan.
Setelah beberapa hari dibuka, seluruh donasi akhirnya terkumpul. Total dana yang berhasil dihimpun SD Muwri mencapai Rp12.573.500.
Angka ini merupakan hasil kolaborasi dari seluruh warga sekolah yang menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu besar kecilnya nominal, tetapi bagaimana setiap orang berkontribusi bersama-sama.
Penyerahan donasi dilakukan secara resmi oleh pengurus IPM Kids dan Kepala SD Muwri, Kholiq Idris kepada pengurus Kantor Layanan Lazismu (KLL) Wringinanom dihalaman SD Muwri, Sabtu (13/12/2026).
Dalam prosesi penyerahan tersebut, Kepala KLL Lazismu Wringinanom, Supandi, menyampaikan apresiasinya kepada SD Muwri yang telah menunjukkan komitmen kepedulian sosial yang luar biasa.
“Kami sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh oleh seluruh warga SD Muwri. Semoga donasi ini dapat sedikit meringankan beban saudara kita yang terdampak banjir di Sumatera. Inilah wujud nyata solidaritas dan kepedulian umat Islam untuk saling menolong dalam kebaikan,” ujar Supandi.
Lazismu Wringinanom sendiri bertugas menghimpun donasi dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), masjid, komunitas, maupun masyarakat umum.
Setelah seluruh donasi tingkat kecamatan terkumpul, KLL Lazismu Wringinanom selanjutnya menyerahkannya kepada Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik yang datang pada hari Selasa (9/12/2026) dikantor SD Muwri untuk kemudian disalurkan langsung ke wilayah yang membutuhkan di Sumatera.
Kepala SD Muwri menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari pendidikan moral bagi siswa.
Melalui pengalaman nyata terlibat dalam aksi sosial, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan sekitar, memiliki empati, serta siap menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat membutuhkan.
“Anak-anak bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar dari kehidupan. Mereka belajar bahwa membantu sesama adalah tanggung jawab bersama. Kami bangga melihat semangat anak-anak dan semua warga sekolah dalam aksi kemanusiaan kali ini,” ungkapnya.
Kegiatan penggalangan dana ini diharapkan menjadi inspirasi bersama untuk melakukan aksi serupa. Di tengah musibah yang terjadi, kolaborasi dan kepedulian menjadi kekuatan penting untuk saling menguatkan.
Donasi yang diberikan mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesedihan para korban, tetapi setidaknya menjadi bukti bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments