Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SDM 9 Surabaya Hadirkan Robot Asisten VR untuk Edukasi Mitigasi Bencana

Iklan Landscape Smamda
SDM 9 Surabaya Hadirkan Robot Asisten VR untuk Edukasi Mitigasi Bencana
Pembelajaran mitigasi bencana berbasis VR di SD Muhammadiyah 9 Surabaya. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 9 Kenjeran, Surabaya, meluncurkan program inovatif berupa pemanfaatan robot asisten berbasis Virtual Reality (VR) untuk meningkatkan edukasi mitigasi bencana bagi siswa sekolah dasar, (10/9/2025).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Surabaya dan pihak sekolah melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam program hibah Kemdikti Saintek.

Peluncuran ini disambut antusias oleh guru, siswa, serta orang tua yang hadir di halaman sekolah. Dengan semangat kolaborasi, mereka menyaksikan langsung bagaimana teknologi VR dipadukan dengan robot asisten yang mampu memandu anak-anak mempelajari langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Kehadiran program ini diharapkan menjadi terobosan dalam mengedukasi generasi muda tentang kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 9 yang berlokasi di Jl. Sukolilo Baru No. 104, Kenjeran, Surabaya. Sekolah yang berdiri di kawasan pesisir ini dikenal sebagai salah satu amal usaha unggulan Persyarikatan Muhammadiyah.

Posisinya yang rawan bencana memerlukan inovasi edukasi yang kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan siswa, sekaligus menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan dapat memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan lingkungan sekitarnya.

Program ini bertujuan menanamkan nilai kesiapsiagaan bencana kepada siswa sejak dini. Robot asisten VR dirancang agar anak-anak dapat belajar secara interaktif mengenai langkah penyelamatan, jalur evakuasi, hingga cara menghadapi situasi darurat seperti banjir, gempa bumi, dan kerusakan ekosistem pesisir. Simulasi yang ditampilkan memungkinkan siswa merasakan pengalaman yang menyerupai kondisi nyata, namun tetap dalam lingkungan yang aman.

Belajar Mitigasi Bencana melalui VR

Ketua tim pengusul, Ir. Vippy Dharmawan, M.Ars., menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan sekolah untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan kebencanaan di kalangan guru dan siswa, serta kurangnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak.

“Melalui teknologi VR, siswa dapat mengalami simulasi bencana secara aman dan menarik. Mereka belajar bukan hanya teori, tetapi juga praktik penyelamatan diri yang membangun kesiapan mental,” ujarnya.

Menurut Vippy, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan para guru dan mahasiswa yang ikut terlibat dalam setiap tahap kegiatan.

“Kami berkolaborasi dengan guru serta siswa SD Muhammadiyah 9 dalam berbagai kegiatan seperti workshop mitigasi bencana, pelatihan penggunaan robot asisten, dan simulasi tanggap bencana. Program ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya yang memperoleh rekognisi SKS melalui kegiatan magang dan pengabdian,” tambahnya.

Melalui metode sosialisasi, pelatihan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi, program ini diharapkan dapat menghidupkan kembali Tim Siaga Bencana sekolah serta membentuk duta kebencanaan dari kalangan siswa. Hasil akhir kegiatan akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi bagi sekolah lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa.

Dengan hadirnya robot asisten berbasis VR, SD Muhammadiyah 9 Kenjeran menegaskan komitmennya bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk membangun generasi muda yang tangguh, sadar risiko, dan siap menghadapi bencana melalui pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu