Tiga pimpinan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mengikuti pelatihan Dale Carnegie Insight di Alana Hotel Surabaya pada Rabu (20/8/2025).
Pelatihan bertema “Uncovering Leadership Blind Spots” ini berlangsung di Ruang Cendana lantai 7 dan diikuti oleh lebih dari 20 instansi, baik dari lembaga akademik maupun berbagai pimpinan perusahaan.
SDMM mengirimkan tiga perwakilan, yaitu Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, Koordinator Humas dan Marketing SDMM, Pradita Eka Putri SPd, serta Koordinator Sarana dan Prasarana, Arif Wahyudi SPd.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dalam mengenali kelemahan tersembunyi dalam kepemimpinan, sekaligus mengoptimalkan potensi diri maupun tim.
Sebelum sesi pertama dimulai, seluruh peserta diajak untuk berkenalan dengan rekan dari meja lain. Setiap peserta diminta menyebutkan nama, asal instansi, dan jabatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun jejaring, serta menciptakan suasana pelatihan yang lebih hangat dan kolaboratif.
Acara yang dipandu oleh Raditya ini diawali dengan aktivitas “Select Among Pairs of Leadership Characteristics Most Likely to Inspire.”
Dalam kegiatan ini, setiap kelompok diminta untuk berbaris, kemudian memilih satu karakteristik kepemimpinan yang paling dianggap menginspirasi dari dua opsi yang ditampilkan di layar. Aktivitas ini dirancang untuk memicu diskusi dan refleksi awal mengenai nilai-nilai kepemimpinan yang paling berdampak.
Peserta kemudian diminta bergerak ke arah kanan atau kiri sesuai dengan pilihan mereka. Aktivitas ini memberikan pengalaman yang reflektif sekaligus interaktif dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan yang efektif.
Setelah kegiatan tersebut, Pak Raditya memaparkan hasil survei yang menunjukkan bahwa mayoritas peserta cenderung memilih gaya kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan interpersonal dibandingkan dengan gaya kepemimpinan yang berfokus pada tugas.
Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan membangun hubungan, komunikasi yang efektif, dan empati merupakan aspek krusial dalam kepemimpinan yang menginspirasi.
Setelah coffee break, seluruh peserta kembali mengikuti sesi kedua dengan serius dan interaktif.
Dalam sesi ini, narasumber, Raditya, sesekali meminta perwakilan kelompok untuk menyampaikan tanggapan mereka.
Sesi kedua difokuskan pada aktivitas “Identify Leadership Behaviors That Impact Your Motivation Most and Indicate How Often Your Own Supervisor Exhibits Those Behaviors.”
Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengidentifikasi perilaku kepemimpinan yang paling berpengaruh terhadap motivasi mereka, sekaligus membandingkan frekuensi kemunculan perilaku tersebut dalam keseharian atasan masing-masing.
Aktivitas ini membantu peserta menemukan “gap” yang perlu diperbaiki agar kepemimpinan menjadi lebih efektif dan memotivasi.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana seorang pemimpin dapat lebih peka dalam mengenali area pengembangan diri, sehingga mampu membawa tim mencapai hasil yang lebih baik,” ungkap Pradita.
Sementara itu, Athiq Amiliyah menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan banyak inspirasi sekaligus menjadi ruang refleksi dalam menjalankan peran kepemimpinannya di sekolah.
“Saya menyadari bahwa kepemimpinan bukan sekadar mengatur tugas, tetapi juga tentang membangun komunikasi, menumbuhkan motivasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang penuh empati dan kolaborasi,” tuturnya.
Ia berharap pengalaman berharga ini dapat diterapkannya di SD Muhammadiyah Manyar, dengan menumbuhkan budaya kepemimpinan yang lebih terbuka dan memberdayakan.
“Bersama guru dan karyawan, saya ingin terus bergerak maju untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa, sekaligus memperkuat SDMM sebagai sekolah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments