Sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pelatihan intensif bertajuk Enhancing Teacher Skills in English.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 pekan setiap hari Senin sampai Jumat, dimulai pukul 13.00-15.00 WIB.
Kelas pertama dimulai pada Senin (8/9/2025) di ruang Dikdasmen lantai II. Saat itu peserta adalah ustadz-ustadzah yang tergabung di kelas A yaitu Ustadzah Rere, Tiwi, Umi, Hanim, dan Asiyah, serta Ustadz Barok.
Enhaching Teacher Skills in English ini diikuti oleh 32 ustadz-ustadzah dan didampingi oleh Tutor khusus yang didatangkan langsung dari Cambridge English Course, Kampung Inggris Pare Kediri, yaitu Kak Akbar Wahid Setia.
Peserta yang notabenenya ustadz-ustadzah ini dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Setiap kelas terdiri dari 6-7 peserta. Setiap kelas wajib diikuti selama satu pekan penuh, yaitu Senin sampai Jumat pukul 13.00-15.00 WIB di aula SDMM lantai IV.
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pelatihan dirancang khusus untuk mengatasi tantangan yang sering dihadapi guru saat menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.
Kurikulumnya mencakup komunikasi praktis, seperti percakapan dasar, instruksi dalam pembelajaran, dan korespondensi profesional.
Melalui berbagai sesi interaktif, simulasi, dan diskusi kelompok, para guru didorong untuk aktif berbicara tanpa ragu dan takut membuat kesalahan.
Menurut Umi Syarifah SPd, “Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan yang mendukung di mana para guru merasa nyaman untuk belajar dan berkembang. Kunci utamanya adalah rasa percaya diri. Setelah mereka percaya diri, mereka akan lebih efektif dalam mengajar dan menginspirasi siswa untuk menyukai bahasa Inggris,” katanya.
Seiring dengan pengembangan kurikulum sekolah, membekali guru dengan kemampuan bahasa Inggris yang kuat menjadi prioritas utama.
Pihak sekolah meyakini bahwa guru yang mahir berbahasa Inggris dapat lebih baik dalam melibatkan siswa dan mengenalkan mereka pada sumber-sumber pembelajaran yang lebih luas.
Antusiasme para guru peserta pelatihan begitu terlihat. Mereka melihat program ini bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kesempatan berharga untuk pengembangan diri dan profesional.
“Ini pengalaman yang luar biasa,” ungkap salah seorang guru. “Dulu saya ragu-ragu untuk berbicara bahasa Inggris, tapi sekarang saya merasa lebih percaya diri, “ungkap Naharun Mubarak.
Dengan berakhirnya pelatihan lima pekan ini, SDMM berharap dapat melihat peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi para guru, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan belajar bahasa Inggris yang lebih dinamis dan efektif bagi seluruh siswa.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments