SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menjadi tujuan kunjungan oleh empat guru yang sekaligus sebagai terapis dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan (LP) ABK Gresik.
Pada Jumat pagi (17/10/2025), sebanyak lima guru berkunjung ke SDMM. Hal ini sebagai salah satu langkah Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait penerapan Metode TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children).
SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) secara resmi menjadi sekolah dasar pertama di wilayah tersebut yang mengadopsi dan menerapkan Metode TEACCH.
Mengenal TEACCH
Sebagai informasi TEACCH atau Treatment and Education of Autistic and Communication Handicapped Children merupakan pendekatan utama dalam pembelajaran siswa inklusi.
Langkah inovatif ini menegaskan komitmen SDMM sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA). SDMM menunjukkan bukti yang benar-benar ramah terhadap keberagaman kebutuhan belajar siswa.
Penerapan TEACCH bermula setelah tim guru dan pendamping khusus (guru shadow) SDMM mengikuti serangkaian pelatihan intensif yang terpimpin oleh psikolog dan terapis berpengalaman.
Rombongan guru dari UPT LP ABK Gresik juga berdiskusi bersama Penanggung Jawab Bimbingan Konseling SDMM, Ria Eka Lestari SSi dan 4 guru shadow SDMM.
Banyak hal yang dibicarakan terkait adanya fasilitas
py Room yang ada di SDMM, program-program sekolah yang bisa memfasilitasi siswa inklusi.
Kepala SDMM, Athiq Amiliyah SPd menyatakan bahwa keputusan ini terdasarkan pada kebutuhan sekolah sebagai salah satu komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi.
“Kami menyadari bahwa metode konvensional seringkali kurang efektif untuk siswa dengan autisme. Metode TEACCH yang berfokus pada struktur visual dan jadwal individual terbukti sangat membantu mereka memahami rutinitas dan tugas-tugas dengan lebih baik” jelas Athiq.
Cara Kerja TEACHH
Lebih lanjut, Metode TEACCH bekerja dengan menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur, visual, dan dapat terprediksi.
Setiap siswa inklusi diberikan jadwal visual yang jelas, yang membantu mengurangi kecemasan dan kebingungan.
Selain itu, materi pembelajaran dipecah menjadi langkah-langkah kecil dan disajikan dalam format visual yang mudah diproses. Seperti penggunaan kotak tugas (work systems) dan penanda area fungsional di kelas.
Salah satu guru dari UPT LP ABK Gresik memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan SDMM. Anja Hesnia berharap inisiatif ini dapat menjadi model percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Gresik.
“Kami mendukung penuh SDMM. Penggunaan metode berbasis riset seperti TEACCH adalah kunci untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi semua anak, tanpa terkecuali” tegasnya.
Dengan penerapan Metode TEACCH, SD Muhammadiyah Manyar tidak hanya berupaya menjadi sekolah unggulan dalam akademis.
Tetapi, juga menjadi mercusuar inklusi yang menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat. Sebab setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih potensi terbaik mereka.






0 Tanggapan
Empty Comments