
PWMU.CO – SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik menerima Study Visit dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) At-Taqwa Surabaya pada Rabu (14/5/2025).
Rombongan Study Visit tersebut tiba pada pukul 08.00 WIB dan disambut hangat oleh tim The School Emissary of SDMM (T-SEaS), khususnya dari bidang Center Student of Information (CSI), keamanan dan kesehatan lingkungan, serta tim Multimedia Kids yang bertugas mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan.
Segenap pimpinan SDMM menyambut kedatangan rombongan SDIT At-Taqwa dan mengajak mereka berkeliling, dimulai dari kunjungan ke perpustakaan HACHI. Di sana, Kepala Pustakawan SDMM, Ir Siti Faizah memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan Buku Karya Siswa (BKS) yang secara rutin diproduksi setiap tahun.
“BKS ini terdiri dari dua jenis, yaitu BKS reguler dan BKS ICP yang dihasilkan dari siswa-siswi International Class Program,” jelas Siti.
Sementara itu, petugas CSI, Davina dan Furqon mengarahkan rombongan SDIT At-Taqwa ke beberapa area, seperti ruang UKS, ruang makan, dan gedung International. Setelah itu, rombongan beristirahat sejenak di ruang podcast. Di tempat ini, Kepala SDMM, Ria Pusvita Sari, mengajak para tamu untuk memberikan ucapan milad ke-22 bagi SDMM yang akan dirayakan pada tahun 2026.
Dengan kompak dan serentak, rombongan SDIT At-Taqwa menyampaikan ucapan milad sekaligus memperagakan talkshow di ruang podcast.
Usai dari ruang podcast, rombongan tertarik mengunjungi ruang Treatment and Education of Autistic and Related Communication-Handicapped Children (TEACCH), ruang pendukung dalam memahami kebutuhan murid Autism Spectrum Disorder (ASD). Hal ini dijelaskan secara rinci oleh Penanggung jawab bimbingan konseling, Ria Eka Lestari SSi SPd.
Selanjutnya, rombongan SDIT At Taqwa kemudian diarahkan oleh tim CSI menuju ruang Dikdasmen untuk mengikuti sesi pembukaan dan sharing session.
Dalam sambutannya, perwakilan rombongan menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan study visit dan observasi langsung terhadap praktik terbaik dalam pengelolaan sekolah berbasis Islam, khususnya dalam aspek manajemen kurikulum, pengembangan pembelajaran al-Quran, program keislaman, sistem kelas internasional, serta strategi pengelolaan sarana prasarana dan kesiswaan.
Kunjungan ini juga difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran di kelas, termasuk implementasi kurikulum dengan pendekatan deep learning. Fokus tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas proses belajar mengajar yang efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan dan kapasitas kepemimpinan tim SDIT At Taqwa, serta menjadi referensi dalam upaya pengembangan mutu pembelajaran dan manajemen sekolah secara berkelanjutan,” ungkap Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SDIT At Taqwa Surabaya, A Mukhlish Khumaini MPd.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SDMM yang sekaligus mengenalkan timnya serta memberikan penjelasan singkat mengenai SDMM dan program unggulannya.
Selanjutnya, Penanggung jawab kurikulum SDIT At Taqwa, Syariifudin MPd, menyampaikan bahwa program International Class Program telah berjalan selama tiga tahun. Namun, setelah mendengarkan paparan dari Kepala SDMM, pihaknya mendapatkan wawasan baru yang dapat mendukung kemajuan dan perbaikan SDIT At Taqwa Surabaya.
Sementara itu, Penanggung jawab kurikulum SDMM, Athiq Amiliyah, menjelaskan bahwa siswa kelas ICP menggunakan buku terbitan luar negeri, sedangkan siswa kelas reguler menggunakan buku yang disusun oleh para ustadz dan ustadzah SDMM.
“Dalam proses penyusunan buku tersebut, para ustadz dan ustadzah diajak untuk ‘ngadem’ terlebih dahulu guna mencari inspirasi yang mendukung proses kreatif penulisan,” tuturnya.
Berikutnya, Penanggung jawab sarana dan prasarana SDMM, Arif Wahyudi, mengajak rombongan ke Masjid At Taqwa PPI karena saat itu siswa juga akan melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah di masjid tersebut.
Setelah melaksanakan shalat Dhuhur, salah satu anggota rombongan bertanya kepada Koordinator Kesiswaan SDMM, Niswatul Mujtahidah, mengenai cara sekolah menerapkan pembiasaan sehingga shalat para murid berlangsung tertib. Niswatul kemudian menjelaskan bahwa hal tersebut dicapai melalui pembiasaan rutin setiap hari, mulai dari pengawasan shalat di kelas, aula, hingga masjid.
“Khusus di masjid, murid selalu diingatkan sebelum pelaksanaan kuliah tujuh menit untuk menjaga ketertiban selama ibadah,” kata Niswatul.
Rombongan melanjutkan kegiatan dengan sesi sharing dan menanyakan persiapan kegiatan sister school yang telah dilakukan oleh SDMM. Mereka berharap kegiatan sister school ke depannya dapat berjalan melalui kolaborasi bersama SDMM. Acara ditutup dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama di halaman Kampus Biru. (*)
Penulis Rudi Purnawan Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments