Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SDMM sebagai Muhammadiyah Outstanding School, Hadiri Kajian Ramadan PWM Jawa Timur

Iklan Landscape Smamda
SDMM sebagai Muhammadiyah Outstanding School, Hadiri Kajian Ramadan PWM Jawa Timur
SDMM di Kajian Ramadan PWM Jawa Timur. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kembali menorehkan kebanggaan dengan menerima undangan sebagai peserta Kajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh berbagai pimpinan serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Kehadiran SDMM dalam forum bergengsi ini semakin istimewa karena diundang dalam kategori Muhammadiyah Outstanding School, sebuah pengakuan atas komitmen dan capaian sekolah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berkemajuan, serta selaras dengan nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengadakan Kajian Ramadan 1447 H dengan mengusung tema yang sangat sesuai dengan pembahasan dunia saat ini, yakni “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu–Ahad (21–22/2/2026), dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran keislaman sekaligus tanggung jawab umat terhadap kelestarian lingkungan.

Adapun yang mewakili dalam kegiatan tersebut adalah Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, dan Koordinator Kesiswaan, Niswatull Mujtahidah, S.Pd.

Keduanya berangkat dengan penuh semangat menuju Kota Seribu Gumuk sejak pukul 05.00 WIB. Perjalanan berlangsung sangat lancar, sehingga rombongan tiba di Universitas Muhammadiyah Jember tepat pukul 09.15 WIB.

Semangat dan antusiasme mengiringi langkah keduanya untuk mengikuti rangkaian kajian yang sarat makna ini.

Kehadiran SDMM dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus belajar, menguatkan ideologi, serta membawa pulang spirit pembaruan demi kemajuan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan amanah kekhalifahan.

Kegiatan Kajian Ramadan 1447 ini dipusatkan di Aula Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh kurang lebih 1.500 peserta dari berbagai unsur pimpinan serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jawa Timur.

Pembukaan kajian sekaligus keynote speech disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang mengangkat tema “Ekoteologi, Kebencanaan dan Peran Muhammadiyah.”

Dalam paparannya, beliau menegaskan pentingnya membangun kesadaran teologis yang berorientasi pada pelestarian lingkungan serta penguatan peran Muhammadiyah dalam isu-isu kebencanaan dan kemanusiaan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kajian Ramadan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidangnya, antara lain:

  1. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan RI),
  2. Abdul Mu’ti (Mendikdasmen RI/Sekretaris Umum PP Muhammadiyah)
  3. Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur)
  4. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015),
  5. Rahmawati Husein (Anggota Unsur Pengarah BNPB).

Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diajak untuk memperluas perspektif tentang relasi iman, lingkungan, kebencanaan, serta kebijakan publik.

Kajian ini menjadi ruang strategis untuk memperteguh komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan amanah kekhalifahan membangun peradaban yang berkemajuan, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Mengikuti Kajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dengan tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan,” semakin menguatkan komitmen SDMM sebagai AUM di bidang pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berdampak nyata

Sebagai bentuk implementasi nilai khalifah fil ardh, SDMM telah mengintegrasikan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam berbagai proyek yang menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar konsep sains dan teknologi, tetapi juga diajak merancang solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan, seperti pengolahan sampah, pemanfaatan barang bekas, konservasi air, hingga proyek energi ramah lingkungan.

Pembelajaran STEM di SDMM diarahkan untuk membangun pola pikir kritis, kreatif, dan solutif yang dilandasi nilai keimanan dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.

Ke depan, selaras dengan tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan, SDMM akan semakin memperkuat integrasi nilai keislaman dalam proyek-proyek STEM berbasis lingkungan.

Program penguatan green project, riset sederhana bertema konservasi, serta gerakan literasi lingkungan berbasis al-Quran dan Sunnah akan menjadi bagian dari pengembangan kurikulum sekolah.

Dengan demikian, SDMM berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran teologis dan kepedulian ekologis sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai khalifah fil ardh.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu