Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Second Choice Borong Gelar, Taklukkan 32 Tim di Ummad E-Sport Arena

Iklan Landscape Smamda
Second Choice Borong Gelar, Taklukkan 32 Tim di Ummad E-Sport Arena
Pemenang Ummad E-Sport Arena: Mobile Legends Offline Competition. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Tim Second Choice tampil gemilang dan keluar sebagai juara dalam ajang Ummad E-Sport Arena: Mobile Legends Offline Competition, yang digelar Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad), Sabtu (31/1/2026).

Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Road to PMB Ummad 2026 dan sukses menyedot perhatian para gamer muda dari berbagai daerah.

Dominasi Second Choice tak hanya terlihat dari raihan gelar juara pertama, tetapi juga dari penghargaan kategori individu yang berhasil mereka borong.

Dua pemain mereka menyabet gelar prestisius, yakni King Assist yang diraih Muhammad Reynicho Candra Al Akhyar serta Terminator yang diraih Muhammad Bintang Putra Setiawan. Sementara itu, penghargaan Final MVP juga jatuh kepada Muhammad Reynicho Candra Al Akhyar atas performa impresifnya di partai puncak.

Menariknya, tim Second Choice bukan berasal dari satu sekolah atau satu daerah yang sama. Tim ini merupakan gabungan pemain dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Mereka adalah Febrian Fauzi Andrianto, siswa kelas 12 SMKN 10 Surabaya; David Adi Nugroho dan Muhammad Bintang Putra Setiawan dari SMKN 1 Bendo, Magetan; Habib Akbar Cahya Bagaskara dari SMAN 1 Madiun; serta Muhammad Reynicho Candra Al Akhyar dari SMK Umar Fattah Rembang.

Kolaborasi lintas daerah tersebut justru menjadi kekuatan tersendiri bagi tim ini dalam membangun chemistry dan strategi permainan.

Salah satu anggota tim, Febrian Fauzi Andrianto—yang akrab disapa Brian—mengungkapkan bahwa timnya melakukan persiapan selama dua pekan sebelum bertanding.

“Kami latihan bareng secara online, melihat pertandingan tim-tim bagus, dan banyak diskusi soal strategi permainan,” ujar Brian.

Nama “Second Choice” sendiri memiliki cerita unik. Brian menyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir timnya telah mengikuti delapan kompetisi Mobile Legends dan kerap finis di posisi kedua.

“Dalam dua tahun ini, kami sudah ikut delapan kali lomba Mobile Legends. Seringnya kami dapat peringkat dua. Dari situ muncul nama Second Choice,” ungkapnya sambil tersenyum.

Namun di Ummad E-Sport Arena kali ini, mereka berhasil mematahkan ‘kutukan’ runner-up dan tampil sebagai juara.

Selama kompetisi berlangsung seharian penuh, Second Choice berhasil mengungguli empat tim kuat yang menurut Brian memiliki kemampuan permainan yang sangat kompetitif.

“Persaingannya bagus sekali. Tim-tim yang kami lawan juga kuat. Ini jadi pengalaman berharga buat kami,” kata Brian, yang datang jauh dari Surabaya ke Madiun diantar oleh kakaknya.

Brian juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara atas kualitas pelaksanaan kegiatan, termasuk fasilitas yang diberikan kepada peserta.

“Kami dapat konsumsi tiga kali, pagi, siang, dan malam. Ini bagus sekali. Biasanya kalau ikut lomba cuma dapat satu kali konsumsi,” ujarnya.

Dia berharap Ummad dapat kembali menggelar kompetisi serupa di masa mendatang.

“Bagus kalau nanti diadakan lagi. Kompetisinya kuat dan pesertanya juga bagus-bagus mainnya,” tambahnya.

Sebagai juara pertama, Second Choice berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp 3,5 juta. Untuk kategori individu, King Assist dan Terminator masing-masing memperoleh Rp250 ribu, sementara Final MVP mendapatkan Rp 500 ribu.

Juara kedua diraih tim Cakjo Klitik asal Ponorogo dengan hadiah Rp2,2 juta. Adapun posisi ketiga ditempati tim Slur Gank yang membawa pulang Rp1 juta.

Panitia Mobile Legends Offline Competition, Dicky Pratama, menyampaikan bahwa kompetisi perdana yang digelar Ummad ini mendapat respons luar biasa dari kalangan pelajar dan gamer muda.

“Ada peserta dari Surabaya, Rembang, dan daerah lain yang jaraknya cukup jauh dari Madiun. Kami tidak menduga antusiasmenya sebesar ini. Karena promosi dilakukan secara online, pesertanya bisa datang dari berbagai daerah,” ujar Dicky yang juga dosen Prodi Sistem Informasi Ummad.

Ia menyebutkan, total sebanyak 32 tim mengikuti kompetisi ini. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Ummad E-Sport Arena menjadi bukti bahwa e-sport kini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus menjalin jejaring.

Melalui ajang ini, Ummad tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pengenalan kampus kepada calon mahasiswa dalam suasana yang kreatif dan kompetitif. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu