Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sedekah VVIP yang Bebas dari Hama, Belajar dari Kebun Bairuha

Iklan Landscape Smamda
Sedekah VVIP yang Bebas dari Hama, Belajar dari Kebun Bairuha
Wakil Sekretaris PDM Banyumas Amrullah Sucipto SSos saat mengisi kajian di Masjid Nur Hidayah Tanjung (Foto: Agus Salim/PWMU.CO)
pwmu.co -

“Kalian tidak akan sekali-kali mencapai kesempurnaan kebajikan, sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.” Gema ayat suci Alqur’an surah Ali Imran ayat 92 itu membuka kajian di Masjid Nur Hidayah (MNH) Tanjung, Purwokerto Selatan, Kamis (5/3/2026). Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Amrullah Sucipto SSos, membedah hakikat memberi dalam Islam.

Amrullah mengisahkan keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Thalhah RA. Orang Anshar yang paling kaya di Madinah dengan aset kebun kurma yang melimpah. Salah satu harta yang paling ia cintai adalah Kebun Bairuha. Sebuah kebun yang letaknya persis di depan Masjid Nabawi. Airnya juga sangat jernih sehingga sering diminum oleh Rasulullah SAW.

“Begitu ayat Lan Tanalul Birra turun, Abu Thalhah tidak menunggu lama. Ia mendatangi Rasulullah dan menyerahkan kebun terbaiknya itu untuk Allah. Inilah standar sedekah yang sesungguhnya. Memberikan yang paling dicintai, bukan sekadar sisa,” tegas Amrullah di depan jamaah masjid yang berlokasi Jl. Pahlawan Gg IX itu.

Hadits Abu Thalhah dan kebun bairuha ini ada dalam Shahih Bukhari (No. 1461) dan Muslim (No. 998). Amrullah mengingatkan jamaah agar tidak memberikan sesuatu yang sudah tidak layak pakai, atau barang sisa yang tidak disukai. “Sedekah yang berkualitas adalah sedekah yang masih baik dan bermanfaat.”

Lebih lanjut, Amrullah menjelaskan 3 fungsi vital sedekah sebagai pembersih jiwa dan harta. Pertama, menghilangkan hasad. Sedekah mencabut akar dengki dan rasa iri terhadap nikmat orang lain.

Fungsi kedua adalah mengikis bakhil. Sedekah melatih mental agar tidak diperbudak oleh sifat kikir. Sementara fungsi yang ketiga adalah membersihkan kotoran harta. “Sedekah mencuci sisa-sisa hak orang lain yang mungkin terselip dalam harta yang kita miliki,” jelas Amrullah.

Sesuai perumpamaan dalam Surah al-Baqarah, sedekah ibarat menanam satu benih. Benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir berisi seratus biji. Namun, Amrullah mengingatkan adanya “hama” yang bisa merusak tanaman pahala tersebut. “Jangan sampai pahala sedekah habis karena sifat al-mannu (menyebut-nyebut pemberian) dan al-adza (menyakiti perasaan penerima),” pesannya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebagai penutup yang membangkitkan semangat, Amrullah memaparkan balasan luar biasa bagi ahli sedekah di surga kelak. Dengan gaya penyampaian yang segar, dia menyebutkan surga adalah tempat tanpa “mbah-mbah”.

“Di surga tidak ada orang tua yang renta. Semuanya kembali muda, sebaya. Para penghuni akan punya pasangan yang menyejukkan mata, duduk di ranjang pengantin yang mewah, dan menikmati pemandangan istri-istri yang cantik,” urainya disambut senyum jamaah.

Tak hanya itu, fasilitas kuliner surga pun tak tertandingi. Dua di antaranya adalah khamr surga dan tasnim. Khamr surga adalah minuman lezat, tapi tidak memabukkan. Apalagi menyebabkan pening. Sementara tasnim adalah minuman eksklusif yang kelezatannya tak bisa terbayangkan.

Hebatnya lagi, setiap penghuni surga akan diberi kemampuan instan untuk mengoperasikan seluruh fasilitas canggih di sana. Tanpa perlu pelatihan. “Semua otomatis, semua indah, asalkan kita mau ‘menanam’ hari ini dengan sedekah terbaik,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu