Dalam upaya menanamkan nilai karakter, spiritualitas, serta kemandirian pada peserta didik sejak usia dini, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pendil menggelar kegiatan Sehari Bersama Ibu Guru pada Jumat (14/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan mengusung konsep pembelajaran terintegrasi melalui Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Tunas Athfal. Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan Kepanduan HW Tunas Athfal yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat.
Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya upacara sebagai bentuk pengenalan awal terhadap nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama tim. Usai upacara, siswa melaksanakan salat Dhuha berjamaah yang didampingi oleh para ibu guru.
Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan HW Tunas Athfal yang dirancang untuk melatih motorik kasar, keberanian, serta kemampuan sosial anak melalui pendekatan yang menyenangkan.
Menjelang siang hari, peserta didik melaksanakan salat Dhuhur berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan murojaah hafalan Juz 30. Dengan penuh percaya diri, siswa menyetorkan hafalan surat-surat pendek yang telah dipelajari sebelumnya.
Pembelajaran Adab
Setelah itu, kegiatan makan bersama dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran adab dan kebersamaan. Anak-anak kemudian beristirahat melalui kegiatan tidur siang sebelum melanjutkan aktivitas bersih diri. Pada sore hari, siswa melaksanakan salat Ashar berjamaah yang ditutup dengan dzikir sore secara bersama-sama.
Sebagai bentuk penguatan rasa percaya diri, siswa diberikan kesempatan untuk tampil dalam sesi Si Kecil Beraksi. Berbagai penampilan seperti bernyanyi, bercerita, hingga praktik gerakan kepanduan ditunjukkan dengan penuh semangat. Kegiatan diakhiri dengan sesi sayonara pulang yang menjadi penutup kebersamaan sehari penuh antara siswa dan ibu guru.
Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pendil, Nanik Hermawati menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membiasakan anak-anak untuk menjalani aktivitas harian yang positif, mulai dari ibadah, menjaga kebersihan diri, hingga berani tampil di depan umum. Pendidikan di usia dini tidak hanya tentang membaca dan berhitung, tetapi juga tentang pembentukan akhlak dan kemandirian,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembiasaan karakter pada anak.
“Kami berharap kebiasaan baik yang ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah dengan dukungan dari wali murid,” tambahnya.
Respon positif datang dari para wali murid yang turut merasakan perubahan sikap anak setelah mengikuti kegiatan tersebut. Mama Yara, salah satu wali murid, mengaku bangga melihat perkembangan anaknya.
“Alhamdulillah setelah ikut kegiatan ini anak saya jadi lebih mandiri. Di rumah sudah mulai terbiasa salat tepat waktu dan berani memimpin doa sebelum makan,” ujarnya.
Wali murid lainnya, Mama An, juga menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
“Biasanya anak saya susah diajak murojaah atau tidur siang. Tapi sekarang mulai terbiasa dan bahkan sering mengingatkan kami untuk salat berjamaah,” katanya.
Melalui kegiatan Sehari Bersama Ibu Guru ini, pihak sekolah berharap dapat terus menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dari wali murid menjadi harapan besar dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat sejak usia dini. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments