Memperkenalkan PCNA Tulangan bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan selalu hadir dalam setiap kesempatan acara yang diadakan oleh AUM, PCM, dan PCA.
Seperti pada Ahad pagi (10/8/2025) PCNA mendukung kegiatan yang diselenggarakan PCM dengan membuka bazar berupa produk atau barang yang sering dicari dan dibutuhkan.
“Tujuan kami mengadakan bazar selain mengikuti kajian PCM, kami juga memperkenalkan PCNA dan Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan, di mana uang hasil penjualan ini untuk mengisi kas yang akan menjadi perputaran uang PCNA serta mendukung seluruh program PCNA,” jelas Astya Izzah Muslimah, anggota Majelis Ekonomi.
Ayumi Umi Faridah, Ketua Departemen Ekonomi, menambahkan bahwa mereka tidak hanya mengadakan bazar pada setiap kesempatan yang ada, tetapi juga menggelar kegiatan Barang Bekas Berkualitas (Barbeku), yakni menjual barang-barang second yang masih layak digunakan. Kegiatan ini diadakan setiap Ahad pertama setiap bulan.
Maslikhatul Jannah, Ketua PCNA Tulangan yang sMemperkenalkan PCNA Tulangan bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan selalu hadir dalam setiap kesempatan elalu mendukung setiap kegiatan anggotanya, berharap anggota PCNA wajib mencari ilmu tidak hanya duniawi, tetapi juga akhirat.
Menurutnya, tantangan terbesar saat membuka bazar di tengah kajian seperti kali ini adalah membagi fokus antara serius mendengarkan materi kajian dan melayani pembeli.
Apalagi kajian yang disampaikan Ustad Manachem Ali pagi ini bertema Perang Besar (Malhamah) dalam Manuskrip Tiga Agama Samawi dan Sikap Dunia Islam, yang sangat luar biasa ilmunya.
Kegiatan ini menjadi refleksi atas gebrakan awal PCNA Tulangan yang berangkat dari pengamatan terhadap keterlibatan aktif beberapa orang atau ortom dalam kegiatan PCM sebelumnya.
Hal itu menjadi dasar bagi Departemen Ekonomi untuk bergerak menghidupkan kembali PCNA Tulangan. “Yang lain bisa, kenapa kami juga tidak melakukannya. Dan ini sudah yang keempat kali,” imbuh Astya Izzah Muslimah.
Dengan menyediakan barang-barang yang sering dibutuhkan dan dicari, seperti kaus kaki, dompet berlogo AUM atau persyarikatan, aksesori, maupun atribut yang berkaitan dengan ortom, PCNA mampu menyokong pergerakan program-program lainnya.
“Alhamdulillah beberapa barang dagangan kami habis terjual, bahkan ada beberapa ibu-ibu Aisyiyah yang pesan barang untuk dijual di pertemuan bulan depan,” imbuh Ayumi Umi Faridah dengan semangat.
Lebih jauh lagi, PCNA berharap apa yang dilakukan Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan dengan berpartisipasi dalam bazar di acara yang diadakan PCM, PCA, ataupun AUM membuat masyarakat dan generasi muda Tulangan lebih mengenal PCNA.






0 Tanggapan
Empty Comments