Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekolah Hebat SD Muhdelta Tanamkan Spirit Lillah dalam Dunia Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Sekolah Hebat SD Muhdelta Tanamkan Spirit Lillah dalam Dunia Pendidikan
Sekolah Hebat SD Muhdelta Tanamkan Spirit Lillah dalam Dunia Pendidikan. Foto: istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Sekolah Hebat SD Muhammadiyah Delta (SD Muhdelta) menggelar kegiatan pembinaan ruhiyah dan penguatan karakter pendidik pada Jumat (24/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan pemateri Burhanuddin, S.Th.I., M.Pd.

Mengusung tema “Mengelola Lelah Menjadi Lillah dalam Mendidik Generasi Berakhlak”, kegiatan tersebut diikuti para guru dan orang tua murid dengan penuh antusias.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat mental, spiritual, dan emosional pendidik di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Guru dan orang tua tidak hanya dituntut mencerdaskan anak secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia sejak dini.

Dalam pemaparannya, Burhanuddin menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak lepas dari kelelahan. Guru dan orang tua kerap menghadapi keletihan fisik, mental, dan emosional akibat tanggung jawab besar dalam mendidik anak.

Namun, menurutnya, Islam memberikan perspektif menenangkan bahwa kelelahan tersebut dapat bernilai ibadah apabila dikelola dengan niat yang benar dan keikhlasan karena Allah Swt.

Lelah yang Bernilai Ibadah

Burhanuddin menjelaskan bahwa lelah merupakan kondisi manusiawi akibat rutinitas, tekanan tanggung jawab, serta minimnya apresiasi. Sementara itu, lillah dimaknai sebagai setiap amal yang dilakukan semata-mata karena Allah Swt.

Ketika aktivitas mendidik dilandasi niat lillah, pekerjaan yang tampak duniawi akan berubah menjadi ibadah yang bernilai pahala. Ia menguatkan pemaparannya dengan ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya niat dalam setiap amal.

Lebih lanjut, Burhanuddin menekankan bahwa anak adalah amanah dari Allah Swt. Mendidik anak bukan sekadar profesi, melainkan ladang pahala yang luas.

Setiap kesabaran, doa, serta pengorbanan waktu dan tenaga akan tercatat sebagai amal kebaikan. Dengan kesadaran ini, pendidik diharapkan tidak mudah mengeluh atau menyerah dalam menjalani proses pendidikan.

Empat Langkah Mengelola Lelah

Dalam sesi inti, Burhanuddin memaparkan empat langkah utama mengelola lelah agar berubah menjadi lillah.

Pertama, meluruskan niat, yakni mendidik karena Allah, bukan semata tuntutan pekerjaan. Kedua, menguatkan kesabaran karena mendidik adalah proses jangka panjang.

Ketiga, menjaga spirit ruhiyah dengan memperbanyak doa, zikir, dan istigfar. Keempat, mengelola emosi dengan akhlak, yakni mendidik dengan keteladanan, bukan amarah.

Selain pemaparan teori, Burhanuddin juga memberikan contoh praktik sederhana. Di antaranya dengan mengikhlaskan kelelahan melalui doa, meyakini bahwa satu anak berakhlak baik merupakan amal jariyah, serta memberi ruang istirahat bagi diri sendiri tanpa rasa bersalah.

Ia juga menekankan pentingnya saling menguatkan antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan.

Sekolah Hebat SD Muhdelta Tanamkan Spirit Lillah dalam Dunia Pendidikan. Foto: istimewa/PWMU.CO

Menurut Burhanuddin, ketika kelelahan dikelola dengan niat lillah, pendidik akan memiliki hati yang lebih tenang dan ikhlas. Pendidikan pun dijalankan dengan cinta, bukan paksaan.

Dari proses tersebut diharapkan lahir generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia.

“Lelah boleh, menyerah jangan. Karena setiap lelah yang lillah, bernilai surga,” tutupnya, disambut suasana hening penuh refleksi dari para peserta.

Kegiatan ini diharapkan memberi energi baru bagi guru dan orang tua SD Muhdelta dalam menjalankan amanah pendidikan, sekaligus memperkuat visi sekolah sebagai lembaga yang menanamkan nilai ilmu dan akhlak secara seimbang.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu