Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah ramah anak dan inklusif melalui partisipasinya dalam Silaturrahim Nasional (Silatnas) Sekolah Kreatif Muhammadiyah VI Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Kota Madiun.
Kegiatan nasional ini menjadi ruang strategis untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik antar Sekolah Kreatif Muhammadiyah se-Indonesia.
Pada Focus Group Discussion (FGD) 2 yang berlangsung pada Minggu sore, 25 Januari 2026, sesi ini menghadirkan materi bertajuk “How to Manage Inclusive School” yang disampaikan oleh Ustadzah Widya Nurcahyanti, S.Psi.
Materi tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta karena membahas secara praktis dan aplikatif pengelolaan sekolah inklusi berbasis nilai Islam dan kemanusiaan.
Sistem Pendidikan yang Adil dan Ramah
Dalam pemaparannya, Widya menegaskan bahwa sekolah inklusi bukan sekadar membuka akses bagi peserta didik penyandang disabilitas, melainkan menghadirkan sistem pendidikan yang adil, ramah, dan menghargai keberagaman potensi setiap anak. Pendidikan inklusi, menurutnya, adalah bentuk nyata ibadah dan dedikasi dalam memuliakan ciptaan Allah SWT.
Sebagai bentuk komitmen dan dedikasi terhadap pendidikan inklusi, beliau menyampaikan kabar inspiratif bahwa Bismillah pada tahun ajaran baru 2026–2027, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan akan melaunching Rumah Terapis dengan nama “Teman Tumbuh”.
Rumah Terapis ini dirancang sebagai pusat layanan pendampingan tumbuh kembang peserta didik berkebutuhan khusus sekaligus wadah kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional.
Lebih lanjut, Ustadzah Widya memaparkan delapan pilar manajerial inklusi yang menjadi fondasi pengelolaan sekolah inklusif. Pertama, visi dan misi sekolah harus secara eksplisit mencantumkan nilai inklusivitas. Kedua, pembentukan struktur program inklusi yang jelas dan terintegrasi. Ketiga, membangun relasi strategis dengan lembaga terkait pendidikan inklusi.
Keempat, melakukan klasifikasi peserta didik penyandang disabilitas secara tepat. Kelima, menyediakan layanan peserta didik penyandang disabilitas yang komprehensif.
Keenam, memberikan layanan pendampingan bagi orang tua peserta didik penyandang disabilitas. Ketujuh, melakukan upgrade sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan. Kedelapan, aktif melakukan sharing praktik baik inklusi sebagai bagian dari evaluasi dan pengembangan mutu.
Melalui FGD 2 ini, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan tampil sebagai inspirasi sekolah inklusi yang bergerak nyata. Kehadiran Rumah Terapis “Teman Tumbuh” diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, berkemajuan, dan penuh kasih sayang bagi seluruh peserta didik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments