Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekolah Muhammadiyah Harus Berbenah, Bukan Sibuk Mengkritik Kebijakan

Iklan Landscape Smamda
Sekolah Muhammadiyah Harus Berbenah, Bukan Sibuk Mengkritik Kebijakan
pwmu.co -
Foto bersama seusai pendampingan penjaminan mutu sekolah/madrasah Muhammadiyah di Ruang Kelas SDM Tanjung Selor Bulungan Kaltara (10/3/25). (Pahri/PWMU.CO)

PWMU.CO- Pagi buta seusai makan sahur pada Senin (10/3/2025), saya bersama Ustaz Ainul Muttaqin bergegas menuju Pelabuhan Juata Laut, Tarakan, Kalimantan Utara.

Di gerbang rumah tempat kami menginap, Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi Muhammadiyah Tarakan, Asnawir SPd MPd, sudah menunggu.

Pukul 05.30 WITA, kami tiba di pelabuhan yang tampak sibuk, didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hendak kembali bertugas di Tanjung Selor, ibu kota Provinsi Kalimantan Utara.

Di sini, saya dan Ainul Muttaqin berpisah. Ia bertolak ke Nunukan dan Pulau Sebatik, sementara saya menuju Tanjung Selor Bulungan dengan speedboat, menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam.

Di dalam speedboat, saya berbincang dengan Bapak Zulkarnain, seorang ASN Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara, yang ternyata satu almamater dengan saya di Universitas Muhammadiyah Malang.

Sepanjang perjalanan, mata saya dimanjakan oleh pemandangan laut biru, pulau-pulau kecil, kelokan sungai yang indah, serta hutan mangrove yang hijau.

Sesekali, bekantan—hewan khas Kalimantan—tampak di kejauhan.
Tiba di Pelabuhan Tanjung Selor, saya disambut oleh Herlambang, yang ditugaskan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulungan untuk menjemput saya.

Dengan mobil bertuliskan SD Muhammadiyah Bulungan, kami meluncur ke tempat pertemuan bersama kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tim Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah/madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Bulungan dan sekitarnya.

Muhammadiyah Harus Bangkit dan Berinovasi

Ketua PDM Bulungan, Dr Arif Jauhar Tontowi, dan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF, Khoirul Anam SPd MLing, telah menanti.

Dalam sambutannya, Dr Arif Jauhar menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan pendampingan mutu sekolah/madrasah Muhammadiyah yang digelar oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah.

Beliau menegaskan bahwa persaingan antar sekolah di Bulungan semakin ketat, sehingga sekolah/madrasah Muhammadiyah harus bangkit dengan meningkatkan layanan pendidikan, inovasi pembelajaran, serta kedekatan dengan masyarakat.

“Kepala sekolah, guru, dan karyawan harus bekerja keras. Layani peserta didik dan orang tua dengan baik, lakukan inovasi dalam pembelajaran, sehingga sekolah Muhammadiyah unggul dan menjadi pilihan utama masyarakat,” tegasnya.

Pendampingan ini berfokus pada strategi peningkatan jumlah peserta didik baru. Berdasarkan data yang kami himpun, tujuh sekolah/madrasah Muhammadiyah di Bulungan umumnya memiliki jumlah murid di bawah seratus, kecuali SD Muhammadiyah Tanjung Selor.

Minimnya siswa ini disebabkan oleh kurangnya promosi SPMB, lemahnya inovasi, serta kurangnya program unggulan yang menarik minat masyarakat.

Dalam sesi wawancara, Nur Indanah, SPd, Kepala SD Muhammadiyah Tanjung Selor, menjelaskan bahwa sekolahnya aktif mempromosikan SPMB dengan berbagai strategi, seperti mencetak brosur, memasang spanduk, melakukan silaturahmi ke calon siswa, serta memanfaatkan media sosial.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa sekolah yang aktif mempromosikan diri akan lebih diminati oleh masyarakat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebaliknya, sekolah yang minim inovasi cenderung menyalahkan faktor eksternal, seperti keberadaan sekolah negeri baru atau kebijakan pemerintah terkait kuota siswa. Padahal, yang perlu dilakukan adalah introspeksi dan perbaikan internal.

SMK Muh Tanjung Selor Bulungan Kaltara. Jumlah murid nya 20 orang. Minim alat praktik dan ruang workshop. SMK serasa SMA. (Pahri/PWMU.CO)

Berbenah dari Dalam, Bukan Sibuk Mengkritik

Dalam pendampingan ini, kami menekankan bahwa sekolah/madrasah Muhammadiyah harus memperbaiki kualitas layanan sebelum menyalahkan pihak lain.

Masyarakat tidak memilih sekolah Muhammadiyah bukan karena mereka tidak suka, tetapi karena layanan yang diberikan belum optimal.

Oleh karena itu, perbaikan harus dimulai dari aspek fisik dan pelayanan. Sekolah harus bersih, rapi, dengan gerbang yang jelas dan ramah bagi pejalan kaki, pengendara sepeda motor, maupun mobil.

Area taman harus hijau dan asri, lapangan olahraga tersedia, serta ruang kelas bersih dan nyaman.

Selain itu, performa kepala sekolah, guru, dan karyawan juga harus menunjukkan wibawa dan profesionalisme. Guru harus berpenampilan rapi dan menarik, serta memiliki karakter yang ramah, menyenangkan, dan penuh semangat dalam mengajar.

Keunggulan sekolah/madrasah Muhammadiyah juga harus diperkuat melalui program Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), pembelajaran berbasis karakter, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti Hizbul Wathan, Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Prestasi akademik dan non-akademik harus terus ditingkatkan agar sekolah semakin dikenal dan diminati.

Jika sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu melakukan perbaikan ini, maka jumlah siswa akan meningkat. Sekolah tidak lagi menjadi pilihan terakhir, tetapi justru menjadi incaran masyarakat.

Kita harus berhenti sibuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan berfokus pada membangun keunggulan sekolah kita sendiri.

Menutup Hari dengan Berbagi Ilmu

Kegiatan pendampingan di Tanjung Selor Bulungan berakhir menjelang buka puasa, sekitar pukul 17.45 WITA. Setelah itu, saya diantar oleh Ustaz Herlambang menuju penginapan untuk beristirahat dan bersiap menyambut waktu berbuka puasa pada pukul 18.22 WITA.

Alhamdulillah, tidak hanya tenggorokan yang kembali segar setelah berbuka, tetapi jiwa ini juga merasa puas setelah berbagi ilmu dan pengalaman dengan para kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah. (*)

Penulis Pahri Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

SMP Muhammadiyah Tanjung Selor, baru saja hijrah. Lagi berjibaku membangun gedung untuk melayani 94 siswa. (Pahri/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu