
PWMU.CO – Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gresik, Suprapto, mengkritik kinerja Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menangani masalah banjir. Menurutnya, rencana normalisasi Kali Lamong yang telah dicanangkan sejak tahun lalu belum juga terealisasi.
Bahkan, progres normalisasi Kali Lamong, khususnya dalam hal pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Gresik, masih jauh dari memuaskan. “Normalisasi saja sampai sekarang prosesnya belum selesai,” ujar Suprapto dalam keterangan resminya, Sabtu (1/3/2025).
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik untuk lebih serius dalam menangani persoalan banjir. Desakan ini disampaikannya mengingat wilayah Gresik Selatan, meliputi Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Driyorejo, telah mengalami banjir dua kali sejak awal tahun 2025.
“Maksud saya, jangan main-main dengan masalah banjir. Kalau kita benar-benar mau fokus, ya siapkan semuanya agar masalah ini segera terselesaikan,” tegasnya.
Suprapto juga menyoroti pentingnya pelaksanaan pengerukan Kali Lamong secara serius pada musim kemarau guna meminimalkan risiko banjir. Menurutnya, banjir yang terus terjadi berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama mobilitas dan transportasi.
“Jika pengerukan dilakukan dengan optimal saat musim kemarau, maka kemungkinan besar banjir bisa diminimalisasi,” tambahnya.
Diketahui bahwa banjir melanda beberapa kecamatan di kabupaten Gresik. Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Lamong dan Sungai Surabaya yang terjadi akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari. Ketinggian banjir juga beragam, berkisar mulai 20 hingga 100 cm. Dilansir dari Tribunnews.com, setidaknya ada 15 desa dengan 4.834 kepala keluarga terdampak banjir ini. (*)
Penulis Uswah Sahal Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments