Di tengah derasnya arus perubahan zaman, pemuda dituntut hadir sebagai agen perubahan yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam integritas, kualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan.
Pesan itulah yang ditekankan oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ponorogo, Abdul Rashid SE, saat memberikan materi dalam kegiatan Baitul Arqom Dasar (BAD) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ponorogo.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu–Ahad (23–24/8/2025) di Masjid Baitur Ridho, Brotonegaran, Ponorogo, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai ranting di wilayah kecamatan Ponorogo.
Dalam pemaparannya, Rashid menyampaikan bahwa setiap pemuda Muhammadiyah harus memiliki lima hal penting sebagai bekal perjuangan.
Pertama, spiritualitas, yaitu kedekatan dengan Allah SWT yang menjadi ruh penggerak dakwah. Kedua, integritas yaitu sikap konsisten dalam ucapan, tindakan, dan prinsip hidup. Ketiga kualitas, kemampuan menghasilkan karya dan kontribusi nyata.
Keempat intelektualitas, kecerdasan berpikir kritis untuk merespon dinamika umat. Dan kelima leadership, kepemimpinan yang mampu memberi teladan sekaligus menggerakkan perubahan.
“Lima pilar ini bukan sekadar teori, tetapi fondasi hidup pemuda Muhammadiyah. Tanpa spiritualitas kita akan kehilangan arah, tanpa integritas kita akan kehilangan kepercayaan, tanpa kualitas kita akan tertinggal, tanpa intelektualitas kita akan tumpul, dan tanpa leadership kita akan kehilangan gerakan,” tegasnya.
Selain itu, Rashid juga menguraikan tentang siklus kaderisasi Muhammadiyah yang harus dipahami dengan baik. Ia menyebut bahwa kaderisasi dimulai dari pemahaman visi dan misi persyarikatan, dilanjutkan dengan proses rekrutmen kader, kemudian pengkaderan baik formal maupun non-formal.
Setelah itu, kader mendapat pembinaan yang terstruktur dan sistematis, dan puncaknya adalah diaspora kader ke berbagai bidang kehidupan masyarakat.
“Pemuda Muhammadiyah tidak boleh berhenti di forum pengkaderan. Justru setelah itu, tantangan sebenarnya adalah bagaimana kita bisa memberi warna di masyarakat. Kehadiran kader harus menjadi bukti nyata dakwah Islam berkemajuan,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan BAD PCPM Ponorogo ini menjadi ajang penting dalam melahirkan generasi penerus yang siap menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah persyarikatan Muhammadiyah.
Dengan semangat itu, Rashid mengajak seluruh pemuda untuk tidak sekadar hadir sebagai penonton, tetapi berani melangkah sebagai penggerak.
“Saatnya pemuda Muhammadiyah berdiri di garda depan, memberi solusi, menebar manfaat, dan membuktikan bahwa dakwah Islam berkemajuan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments