Di kawasan Dusun Banaran, Bumiaji, Kota Batu, berdiri P4S Bumiaji Sejahtera yang dipimpin oleh Rakhmad Hardiyanto S.T. Lembaga ini bergerak di bidang pertanian hortikultura organik dengan komoditas utama jambu kristal (Psidium guajava), serta produk lain seperti lemon seedless, kentang, dan wortel.
Meski demikian, petani masih menghadapi masalah serius, yaitu serangan lalat buah yang kerap menyebabkan gagal panen hingga 21 persen atau setara 420 kilogram buah hilang setiap musim.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) menggagas inovasi Augmentarium: Teknologi Konservasi Parasitoid untuk Meningkatkan Produksi Psidium guajava dan Efisiensi Biokontrol Lalat Buah.
Tim PKM ini terdiri dari Desya, Nafila, dan Yuga dari Program Studi Agroteknologi serta Rashif dari Program Studi Teknik Elektro.
Augmentarium dirancang dengan kerangka galvanis dan dilapisi plastik UV, jaring serangga, serta kain. Fungsinya adalah menampung buah busuk sebagai media perkembangbiakan lalat buah sekaligus habitat bagi parasitoid, musuh alami lalat buah.
Dengan cara ini, populasi hama dapat ditekan secara ramah lingkungan tanpa bergantung pada pestisida kimia maupun metode konvensional seperti feromon dan pembungkusan.
Tak hanya ramah lingkungan, efektivitas Augmentarium terbukti mampu menekan populasi lalat buah secara signifikan di area kebun jambu kristal. Jangkauan konservasi parasitoid yang dihasilkan juga cukup luas sehingga mampu memberikan perlindungan optimal terhadap tanaman di sekitar lokasi pemasangan.
Pemantauan Suhu dan Kelembapan

Selain itu, Augmentarium dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) berbasis ESP32 yang memungkinkan pemantauan suhu dan kelembapan secara real time melalui aplikasi di telepon pintar, sehingga dapat dipantau dari mana saja.
Sistem ini juga memiliki penyemprot otomatis untuk menjaga kondisi tetap ideal bagi parasitoid agar fungsi biokontrol berjalan optimal.
Menurut Mitra Petani, Rakhmad Hardiyanto, inovasi ini sangat membantu dan memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
“Bentuk Augmentarium yang dibuat mahasiswa UMM ini sudah sangat baik dan terlihat profesional. Desainnya kokoh, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Kami yakin alat ini akan sangat bermanfaat dalam melindungi tanaman jambu kristal dari serangan lalat buah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan harapan untuk pengembangan di masa mendatang.
“Ke depan, akan lebih baik jika Augmentarium ini ditambahkan kecerdasan buatan (AI) dengan dukungan perangkat seperti Raspberry Pi. Dengan begitu, sistem bisa lebih otomatis, cerdas, dan mampu memberikan rekomendasi pengelolaan hama yang lebih tepat bagi petani,” pungkasnya.
Dengan inovasi ini, mahasiswa UMM berharap angka gagal panen jambu kristal di P4S Bumiaji Sejahtera dapat ditekan, hasil produksi meningkat, serta petani semakin efisien dalam mengelola kebunnya.





0 Tanggapan
Empty Comments