
PWMU.CO – Ribuan peserta Family Gathering ke-13 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur memadati lapangan Blessing Hills, Trawas, Mojokerto, Ahad pagi (29/6/2025) untuk mengikuti senam bersama. Suasana tampak semarak dan penuh warna, terlebih seluruh peserta mengenakan selendang khas Banyuwangi yang melambai serempak mengikuti gerakan senam.
Senam pagi ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan menjadi momentum menyatukan semangat kebersamaan, kekompakan, sekaligus merawat akar budaya lokal Jawa Timur.
Ketua Pelaksana Family Gathering, Tjatur Prijambodo, menjelaskan alasan penggunaan selendang Banyuwangi sebagai atribut utama senam.
“Kita berada di Jawa Timur dan Banyuwangi adalah wilayah paling timur yang punya banyak kekhasan budaya. Salah satunya adalah tarian Gandrung. Nah, selendang ini identik dengan itu,” ujarnya.

Tjatur juga menambahkan bahwa tarian Gandrung yang menjadi inspirasi gerakan senam ini bersifat inklusif. Tak hanya bisa dilakukan perempuan, tapi juga laki-laki, sehingga sangat cocok dijadikan gerakan senam massal.
“Gerakannya tidak terlalu sulit. Bahkan peserta hanya perlu diajari sebentar saja sudah langsung tune-in. Itu yang membuat senam ini cepat diterima,” ungkapnya.
Merawat Budaya Lewat Gerak dan Rasa
Lebih dari sekadar estetika, penggunaan selendang dan gerakan khas ini adalah bentuk perwujudan Muhammadiyah dalam merawat dan mengapresiasi budaya lokal. Menurut Tjatur, kekuatan Muhammadiyah di Jawa Timur terletak pada semangat kebersamaan dalam keberagaman latar budaya.
“Setiap daerah membawa oleh-oleh khas. Gresik membawa jenang, Situbondo membawa renggina. Itu hasil lokal yang kemudian dikombinasikan dan dipertemukan dalam wadah kegiatan Muhammadiyah seperti ini,” jelasnya.
Senam pagi ini menjadi cerminan bagaimana Muhammadiyah mampu mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan, kekompakan, dan penghargaan terhadap tradisi. Bagi para peserta, momen ini bukan hanya ajang gerak badan, tapi juga ruang merayakan identitas kebudayaan yang ramah dan membahagiakan.

“Saya senang sekali bisa senam pakai selendang warna-warni. Rasanya kompak, seru, dan menyenangkan,” ujar Zaki, peserta asal Surabaya sambil tersenyum.
Dengan senam selendang yang diiringi musik rancak dan semangat kolektif, Family Gathering ke-13 ini tak hanya menguatkan ukhuwah kader Muhammadiyah, tetapi juga membuktikan bahwa persyarikatan mampu membingkai budaya lokal dalam semangat gerakan yang mencerahkan. (*)
Penulis M Tanwirul Huda Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments