Tiga Aspek yang Membedakan Self-efficacy
Bandura (1997) mengungkapkan bahwa terdapat tiga aspek yang membedakan self-efficacy individu, yaitu level, strength, dan generality, yang dapat bervariasi di antara individu dalam menunjukkan tindakan terhadap tugas yang dihadapi.
a. Level (Tingkat Kesulitan yang Dihadapi)
Aspek ini merujuk pada variasi perilaku yang muncul berdasarkan tingkat kesulitan dari masing-masing tugas yang dihadapi. Kepercayaan diri individu tidak terbatas pada level tugas tersebut, melainkan juga pada cara pandang individu mengenai kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan tugas.
Mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung menganggap tugas sebagai penghalang, sementara mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi hanya akan merasa mampu pada tugas yang dianggap mudah dan sesuai dengan kemampuan mereka. Tugas yang dianggap sulit dan di luar kemampuan dapat memicu perilaku menghindar (Bandura, 1986 dalam Christian & Moningka, 2012).
Sebaliknya, ada juga individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi pada setiap jenis tugas, dan merasa mampu meskipun harus menghadapi tantangan yang berat (Bandura, 1997).
b. Generalitas (Ruang Lingkup Perilaku)
Aspek ini menguraikan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh pemahamannya tentang seberapa luas kemampuannya dalam mengatasi berbagai situasi. Seseorang dapat merasa percaya diri dalam beragam aktivitas atau hanya pada beberapa aktivitas tertentu.
Variasi situasi dapat menimbulkan respons yang berbeda, yang bisa meliputi kesamaan dalam aktivitas, potensi di mana kemampuan individu dapat ditunjukkan (perilaku, kognitif, afektif), manfaat dari situasi yang dihadapi, dan karakteristik orang-orang yang menjadi subjek atau tim yang terlibat dengan individu.
Beberapa pengalaman dapat membatasi ekspektasi terhadap kemampuan, sementara individu yang meyakini bahwa tingkat kepercayaan dirinya tinggi akan mampu melewati situasi serupa di masa depan (Bandura, 1977).
c. Kekuatan (Kepercayaan Diri dalam Menyelesaikan Tugas)
Pada aspek ini, fokusnya adalah pada keyakinan individu tentang kemampuan mereka, yang memungkinkan mereka untuk bertahan dalam menghadapi situasi dan tetap gigih.
Keyakinan yang kuat akan kemampuan seseorang dapat membantu mereka mencapai sasaran atau menyelesaikan tugas yang dihadapi, sementara kepercayaan yang lemah bisa memudarkan semangat dan menghalangi tindakan, apalagi jika tidak memiliki pengalaman sebelumnya.
Di sisi lain, individu yang memiliki keyakinan kuat akan kemampuannya cenderung bertahan meskipun menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi biasanya juga lebih gigih dan percaya diri bahwa tindakan yang diambil akan membuahkan hasil yang baik.
Sebagai mahasiswa psikologi, peran mereka sangat penting dalam memahami dan mengembangkan kepercayaan diri di kalangan mahasiswa secara lebih luas. Sebagai calon profesional yang mempelajari perilaku, motivasi, dan proses psikologis, mereka memiliki kemampuan khusus untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik atau aspek kehidupan sehari-hari. Peran ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga harus diwujudkan melalui pendampingan, pelatihan, dan intervensi psikologis yang sesuai dan efektif.
Menyadari pentingnya kepercayaan diri bukan hanya soal memiliki keyakinan sesaat, tetapi juga tentang membangun dasar mental yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan dengan percaya diri dan ketahanan. Tanpa kepercayaan diri yang solid, potensi besar yang dimiliki mahasiswa akan terhambat oleh keraguan dan ketakutan yang tidak beralasan.
Oleh karena itu, kini saatnya untuk menjadikan pengembangan kepercayaan diri sebagai prioritas utama, karena di situlah kunci untuk membuka jalan menuju kesuksesan, tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam perjalanan hidup yang penuh dengan dinamika dan perubahan.
Jangan biarkan keraguan menghalangi langkah, percayalah pada kemampuan diri, dan saksikan bagaimana dunia mulai membuka peluang terbaik.
Penulis Fadhilatur Rosyidah Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments