Semangat petualangan, pembentukan karakter, dan kepanduan Muhammadiyah terlihat begitu kuat dalam kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusab) Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan oleh MI Muhammadiyah 01 Cakru Jember.
Acara yang berlangsung pada (24–25/10/2025) ini mengusung tema: “Satu Malam, Seribu Pengalaman: Serunya Perjusab dengan Penuh Tawa, Tantangan, dan Persahabatan.”
Perjusab menjadi momentum penting bagi para siswa untuk belajar di alam terbuka dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan dipusatkan di lapangan olahraga MI Muhammadiyah 01 Cakru, yang disulap menjadi arena petualangan penuh semangat.
Pembina HW, Dewi Anitatul Adkha, S.Pd., menekankan bahwa kegiatan HW bukan sekadar ajang bermain, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepribadian yang kuat bagi siswa.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar memimpin, bekerja sama, dan menghargai satu sama lain,” ujar Dewi.
Ajang ini juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kepanduan sesuai prinsip “Sami’na Wa Atho’na” (Kami dengar dan kami taat). Nilai ini menjadi fondasi utama setiap aktivitas Hizbul Wathan, membentuk pribadi muslim yang taat, tangguh, dan berjiwa sosial tinggi.
Rangkaian Kegiatan Seru dan Edukatif
Selama dua hari satu malam, para pandu cilik MI Muhammadiyah 01 Cakru menikmati berbagai kegiatan yang dikemas secara menarik dan edukatif, antara lain:
Upacara Pembukaan dan Lomba Antar Regu: Menguji kekompakan, keterampilan kepanduan, dan semangat kebersamaan antar peserta.
Api Unggun: Menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan. Malam itu, tawa dan nyanyian memenuhi udara, menandai keakraban antara peserta dan pembina.
Penampilan Seni: Setiap regu menampilkan kreativitas dan bakat melalui lagu, drama pendek, serta yel-yel khas HW yang penuh semangat.
Malam Renungan: Puncak spiritual kegiatan, di mana peserta diajak merenungi makna perjuangan, kemandirian, serta nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan, di bawah cahaya bintang.
Para guru dan pembina HW menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendampingi peserta, memastikan setiap kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh makna.
Membentuk Generasi Mandiri dan Tangguh
Meski hanya semalam, pengalaman yang dirasakan peserta Perjusab memberikan kesan mendalam. Mereka belajar hidup sederhana, mengatur diri sendiri, dan beradaptasi dengan teman-teman dalam suasana kebersamaan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk menanamkan semangat fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan), sesuai nilai yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
“Kami berharap agar semua peserta, melalui kegiatan ini, selalu tekun beribadah, belajar mandiri dalam segala hal, serta bertanggung jawab terhadap tugasnya,” tambah Dewi Anitatul Adkha.
Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi Hizbul Wathan yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menjadi pelopor kebaikan di masa depan.
Perjusab MI Muhammadiyah 01 Cakru 2025 membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan dengan cara kreatif dan berkesan, meninggalkan bekal berharga bagi para pandu muda sebagai generasi penerus Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments