Setelah empat hari empat malam pelaksanaan Baitul Arqam untuk siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, kegiatan serupa kembali digelar khusus bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan dipusatkan di meeting room sekolah dan diikuti oleh 45 GTK. Hanya beberapa guru yang berhalangan hadir karena mendampingi peserta didik dalam program Ramadan di Masjid Alumni.
Pada kegiatan ini, tema besar yang diusung adalah “Guru Muhammadiyah Bukan Sekadar Profesi.” Baitul Arqam dimulai pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Arif Imam Subhi, S.Si., Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMA Muha Genteng. Rangkaian acara meliputi pembukaan, sambutan kepala sekolah, serta penyampaian materi inti.
Kepala SMA Muha Genteng, Ani Sudarmi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Farid Wajdy, A.Ag., M.Pd.I., sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyuwangi, yang hadir sebagai pemateri. Ani juga melaporkan rangkaian kegiatan keagamaan peserta didik selama Ramadan, mulai dari pengajian Al-Karim, tasmik Al-Qur’an, Baitul Arqam siswa, hingga khataman Al-Qur’an.
Pada sesi inti, Farid Wajdy—yang juga merupakan Pengawas Pendidikan Agama Islam tingkat SMP/SMA/SMK di lingkungan Kemenag Banyuwangi—menegaskan bahwa guru Muhammadiyah bukan hanya menjalankan profesi, tetapi juga berdakwah melalui pendidikan.
“Guru Muhammadiyah bukanlah sekedar profesi, tetapi jalan dakwah amar makruf nahi munkar. Maka perbaiki niat kita agar seluruh tugas menjadi ladang kebaikan,” tegasnya.
Pentingnya Sinergi
Farid juga menekankan pentingnya sinergi dalam organisasi. Tanpa sinergi, kata dia, akan muncul sikap saling meremehkan, merasa paling benar, hingga ketimpangan yang merusak keharmonisan kerja. Karena itu, ia mengajak guru untuk menjaga empat prinsip integritas:
- Niat sejernih air, yaitu menguatkan keikhlasan.
- Kata setajam kebenaran, menjadi pribadi yang jujur.
- Perbuatan sekokoh batu karang, bersikap adil dan istiqamah.
- Menjadi guru sejati, tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik.
Menutup pemaparannya, Farid mengapresiasi semangat luar biasa GTK SMA Muha Genteng yang tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Mari kita jaga empat prinsip itu. Semoga kita menjadi guru yang amanah dan istiqamah,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments