Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Laren pada Ahad (21/12/2025), saat digelar Giat Corp Muballighot Aisyiyah (CMA) ke-4. Kegiatan ini diselenggarakan melalui sinergi dua majelis, yakni Majelis Pembinaan Kader (MPK) dan Majelis Tabligh (MTK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Laren.
Acara yang diikuti puluhan muballighot dari berbagai Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Cabang Laren ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan Aisyiyah dalam dakwah amaliah, pendidikan, serta pemberdayaan umat, sejalan dengan visi perjuangan KH Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan.
Giat CMA putaran ke-4 ini sekaligus menjadi penugasan bagi PRA se-Cabang Laren. Acara dibuka tepat pukul 09.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang dipandu oleh MC dari PRA Sukorejo. Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan PRA Karangwungulor sebagai penguatan spiritual seluruh peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah secara bersama-sama. Dirigen dari PRA Dateng memimpin lantunan lagu yang menggema di GDM, membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Nyanyian tersebut menjadi pengingat komitmen perempuan Muhammadiyah untuk terus bergerak dan berdakwah di tengah tantangan era digital.
CMA Ranting Bulubrangsi
Salah satu peserta aktif dari CMA Ranting Bulubrangsi, Mubtabsiroh, menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan CMA sejak awal Juli 2025.
“Sejak mengikuti CMA mulai 7 Juli 2025 hingga sekarang, kami sangat senang karena mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat. Harapannya, ilmu ini bisa diamalkan saat berdakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap pada tahun 2026 CMA dapat semakin semarak dan menjangkau lebih banyak anggota.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua CMA Laren, Nisruhah. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menghafalkan yel-yel CMA sebagai bentuk penguatan semangat kolektif.
“Aisyiyah berbahagia, berbahagia mardhotillah. Aisyiyah Laren semangat berilmu, semangat beramal. CMA Laren tebar manfaat, raih syafaat,” serunya.
Nisruhah menegaskan bahwa keberadaan CMA berakar pada penguatan peran perempuan dalam syiar Islam dan pembangunan masyarakat, peningkatan kualitas dakwah dan pendidikan umat, serta penguatan ketahanan keluarga dan sosial. Ia juga berharap peserta CMA mampu meningkatkan profesionalisme, mengamalkan ilmu yang diperoleh, mencetak muballighot yang berkualitas, dan menjadi teladan di masyarakat.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan sambutan Ketua PCA Laren yang memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh peserta.
“Ibu-ibu semua adalah perempuan yang dipilih Allah untuk giat berdakwah,” ujarnya sambil mengepalkan tangan sebagai simbol semangat.
Ia menegaskan kebanggaannya terhadap pelaksanaan CMA ke-4 yang dinilainya bukan sekadar pelatihan, melainkan wujud komitmen melahirkan muballighot perempuan yang berkemajuan.
“Insyaallah dengan CMA ini, dakwah perempuan ’Aisyiyah akan semakin maju,” tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan materi inti, termasuk praktik dakwah Kuliah Lima Menit (KULIM) yang diikuti 59 peserta dari perwakilan PRA se-Cabang Laren. Kegiatan ini dipantau dan dimotivasi oleh Ustadz Masro’in Asyafani sebagai pengamat dan motivator. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments