Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat Idul Adha di Perantauan: Mahasiswa Indonesia di Libya Merayakan dengan Penuh Kebersamaan

Iklan Landscape Smamda
Semangat Idul Adha di Perantauan: Mahasiswa Indonesia di Libya Merayakan dengan Penuh Kebersamaan
pwmu.co -
Mahasiswa Indonesia di Libya sedang merayakan Idul Adha (Zulfikar Audia Pratama/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1466 H yang jatuh pada hari Jumat (6/6/2025), umat Islam di berbagai belahan dunia mulai memadati pasar dan tempat penjualan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan berkurban.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan ini, momen Idul Adha bagi mahasiswa Indonesia yang merantau ke luar negeri sering kali menjadi pengalaman yang unik dan penuh makna. Meskipun jauh dari keluarga dan tradisi kampung halaman, mereka tetap merayakan hari besar ini dengan semangat kebersamaan serta kemampuan beradaptasi dengan budaya setempat.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa S2 jurusan Dakwah wal Hadoroh di Kulliyah Dakwah Islamiyah, Tripoli, Libya, Zulfikar Audia Pratama.

Pria yang akrab disapa Zul itu membagikan pengalaman pertamanya merayakan Idul Adha di negeri Umar Mukhtar.

Meskipun berbeda, perayaan Idul Adha di negeri orang tak kalah istimewa. Para mahasiswa memulai hari raya dengan menunaikan shalat Idul Adha berjamaah di Masjid Kulliyah Dakwah Islamiyah pada pukul 06.30 pagi. Hal ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh KUAI KBRI Tripoli, Dede Achmad Rifa’i, beserta para stafnya.

Setelah shalat, suasana kebersamaan semakin terasa dengan diadakannya foto bersama diaspora Indonesia di depan pelataran Masjid Kulliyah Dakwah, dan dilanjutkan dengan acara makan bersama yang telah dihidangkan oleh Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI) Libya.

Shalat Idul Adha dan Kurban Bersama

Bagi banyak mahasiswa di luar negeri, khususnya di Kulliyah Dakwah Islamiyah, momen Idul Adha dimulai dengan berkumpul untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setelah itu, mereka mengadakan pemotongan hewan kurban yang telah disediakan oleh kampus, sebanyak 10 ekor kambing khusus untuk mahasiswa Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan memasak dan makan bersama, menyajikan hidangan khas Idul Adha seperti sate, gulai, rendang, dan lain-lain.

Hal ini menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi cerita dan mempererat tali persaudaraan.

Di beberapa tempat, Idul Adha menjadi ajang untuk merayakan keberagaman. Seperti halnya di Libya, mahasiswa dari berbagai negara kerap berbagi hidangan khas dari negara mereka masing-masing, sehingga tercipta pertukaran budaya yang menarik. Ini menjadi bukti bahwa perayaan agama dapat menjadi jembatan untuk memahami dan menghargai perbedaan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tak hanya itu, momen ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi dan menunjukkan indahnya kebersamaan.

Momen Rindu Kampung Halaman

Jauh dari rumah, Idul Adha tak luput dari momen rindu kampung halaman.

Meskipun demikian, teknologi memungkinkan para mahasiswa untuk tetap terhubung dengan keluarga. Sebagian besar dari kami kerap menghubungi keluarga di Indonesia melalui telepon atau video call untuk saling mengucapkan selamat dan berbagi cerita perayaan, seolah-olah jarak tidak lagi menjadi penghalang.

Perayaan di perantauan menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai Islam tetap dapat dijaga dan dirayakan, bahkan dari ribuan kilometer jauhnya dari tanah air. (*)

Penulis Zulfikar Audia Pratama Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu