Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat Juang Sesepuh Muhammadiyah Banyuwangi di Milad ke-113 Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Semangat Juang Sesepuh Muhammadiyah Banyuwangi di Milad ke-113 Muhammadiyah
H.Moch.Socheh dan H.Nawachid, penasehat PRM Jalen saat semarak Milad ke-113 Muhammadiyah di PDM Banyuwangi (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Perjuangan dan dedikasi para sesepuh di Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng, Banyuwangi, seolah tak pernah lekang oleh waktu.

Semangat juang H. Mochamad Socheh dan H. Nawachid, M.Pd., dua tokoh sentral di ranting tersebut, kembali menyala terang saat menghadiri Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Banyuwangi.

Acara akbar yang dipusatkan di Café Gumitir, Kecamatan Silo, Jember, pada Ahad (16/11/2025) lalu itu menjadi saksi bisu betapa usia tak mampu memadamkan api kecintaan mereka terhadap persyarikatan.

Kisah inspiratif ini berawal dari pesan tulus H. Socheh beberapa hari sebelum acara berlangsung. Kepada pengurus Takmir Masjid Al-Falah Jalen dan pengurus PRM Jalen, ia menitipkan sebuah permintaan sederhana namun penuh makna.

“Tolong nanti kalau acara Milad di Gumitir yang diselenggarakan oleh Daerah Banyuwangi saya dijemput. Saya akan hadir, terserah mau diikutkan rombongan yang mana, kalau bisa ikut rombongan dari bapak-bapak saja atau dari takmir saja,” ujarnya, menunjukkan kerendahan hati dan tekadnya untuk hadir di tengah-tengah kader Muhammadiyah lainnya.

Di usianya yang telah memasuki kepala delapan, semangat perjuangan H. Socheh di Muhammadiyah, khususnya di PRM Jalen, memang tidak pernah pudar.

Beliau adalah sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua Ranting Muhammadiyah Jalen (sekarang PRM Jalen) periode 2010-2015.

Jejak pengabdiannya tidak hanya terbatas di ranah persyarikatan; sebagai kader terbaik, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Desa Setail, Genteng, Banyuwangi, selama dua periode (1986-1991 dan 1994-1997).

Kiprahnya di birokrasi desa sejalan dengan semangat Muhammadiyah untuk memajukan masyarakat.

Penasihat paling aktif dan konsisten

Kesehatan H. Socheh di usia senja patut diacungi jempol. Kondisinya masih sangat prima, terbukti dari kehadirannya yang hampir tidak pernah absen untuk melaksanakan jamaah shalat lima waktu di Masjid Al-Falah, pusat dakwah PRM Jalen.

Selain aktif sebagai penasihat PRM Jalen, ia juga merupakan salah satu imam shalat lima waktu yang terjadwal rutin.

Kontribusinya tak berhenti di situ. Ia juga terjadwal sebagai khatib sekaligus imam shalat Jumat, serta petugas kultum setiap Selasa dan Jumat usai shalat Subuh.

Peran beliau sebagai penasihat sangat vital; jika terjadi polemik atau selisih pendapat, baik di kepengurusan PRM maupun Takmir Masjid, H. Socheh tampil sebagai sosok paling aktif dan bijak dalam mencarikan solusi, meneduhkan suasana dengan pengalaman dan kearifannya.

Gumitir jadi saksi semangat lintas generasi

Puncak semarak Milad ke-113 Muhammadiyah oleh PDM Banyuwangi yang dipusatkan di Café Gumitir, sebuah inisiatif dari tuan rumah pelaksana kegiatan (PCM Kalibaru), menjadi momentum berharga.

Meskipun jarak tempuh dari PRM Jalen sekitar 25 kilometer dan medan yang harus dilalui cukup menantang, hal itu tidak menyurutkan niat H. Socheh dan rombongan Takmir Masjid Al-Falah.

Mereka bahkan berangkat lebih awal, pukul 05.30 WIB, padahal acara dijadwalkan mulai pukul 08.30 WIB.

Setengah jam perjalanan, rombongan telah tiba di lokasi yang masih lengang. Ketika panitia mempersilahkan untuk duduk di kursi undangan VIP, H. Socheh dengan halus menolaknya.

“Mohon maaf, bukan berarti kami tidak mau duduk bersama undangan, tapi dalam waktu agak lama pinggang saya tidak mampu. Oleh karenanya biar kami menggelar tikar di bawah pohon pahoni yang hanya berjarak 20 meter dari panggung,” jelasnya dengan rendah hati.

Sikap ini memberikan teladan nyata tentang kesederhanaan dan memprioritaskan kenyamanan pribadi tanpa mengurangi rasa hormat pada penyelenggara.

Ribuan peserta Milad dari berbagai pelosok Banyuwangi memadati Café Gumitir.

Di tengah kerumunan tersebut, wajah H. Socheh dan H. Nawachid tampak ceria.

Raut bangga tersimpan jelas di wajah mereka, menyaksikan perkembangan Muhammadiyah yang semakin hebat dan masif di Bumi Blambangan.

Kehadiran mereka menjadi pengingat bagi generasi muda Muhammadiyah bahwa semangat berjuang di jalan dakwah tidak mengenal batasan usia.

Dedikasi para sesepuh ini adalah suluh yang terus menerangi jalan bagi keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di masa mendatang.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu