Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat Pagi di Taman Flora, Siswa Kelas 1 Mudipat Ikuti HW Challenge

Iklan Landscape Smamda
Semangat Pagi di Taman Flora, Siswa Kelas 1 Mudipat Ikuti HW Challenge
Kegiatan HW Challenge SD Mudipat di Taman Flora. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana Taman Flora Surabaya pada Sabtu pagi (7/2/2026) tampak berbeda. Meski jam belum menunjukkan pukul 07.00 WIB, area taman yang biasanya tenang dengan rimbunnya pepohonan telah berubah menjadi lautan siswa berseragam Hizbul Wathan (HW). Suara kicauan burung seakan kalah oleh celoteh riang anak-anak. Ada yang sibuk mencari teman sekelas, ada yang bercerita tentang persiapan kegiatan, dan tak sedikit yang menunjuk pemandangan sekitar dengan penuh semangat.

Alih-alih mengantuk, wajah mereka justru memancarkan energi luar biasa. Sebanyak 271 siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) mengikuti kegiatan HW Challenge di Taman Flora.

Di sudut lain, para guru dan pembina tampak melakukan absensi serta memberikan pengarahan singkat. Para siswa kemudian berbaris sesuai kelompok masing-masing untuk mengikuti upacara pembukaan. Keriuhan perlahan berubah menjadi suasana yang lebih tertib saat kegiatan dimulai.

Dengan percaya diri, para petugas upacara yang masih belia melaksanakan tugasnya dengan baik. Ada yang bertugas sebagai pemimpin barisan, pemimpin rumpun, pembawa acara, pembaca Janji Pandu Athfal, hingga pembaca doa. Meski hanya berlatih dua kali, mereka mampu tampil maksimal.

Dalam sambutannya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan HW melatih anak-anak menjadi tangguh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. HW juga membiasakan anak untuk terampil dan disiplin, seperti fokus saat belajar serta tidak berbicara sendiri ketika ustadz dan ustadzah menjelaskan pelajaran.

Menurut Ustadz Edy, HW turut membentuk karakter siswa agar berakhlak mulia. “Anak menjadi jujur, shalat tanpa harus diperintah, menghormati orang tua dan guru, menghargai teman, serta selalu semangat belajar dan beribadah,” ujarnya.

Usai upacara, para siswa menuju empat pos yang telah disiapkan. Siswa kelas 1 yang terdiri atas sembilan rombongan belajar dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok mengikuti permainan dan tantangan yang telah disiapkan. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan petualangan yang menguji ketangkasan fisik, pengetahuan kepanduan, dan hafalan keislaman.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Pada Pos 1, siswa mengikuti permainan transfer bola dan kaki-tangan. Dalam permainan transfer bola, anak-anak bekerja sama mengalirkan bola menggunakan paralon yang telah dimodifikasi agar tidak terjatuh. Koordinasi antarteman sangat diuji agar bola tidak keluar jalur. Sementara itu, dalam permainan kaki-tangan, siswa melompat atau menapakkan tangan sesuai gambar pada banner. Ada yang penuh konsentrasi, ada pula yang masih kebingungan membedakan kanan dan kiri.

Di Pos 2, peserta belajar mengenal lambang HW melalui permainan menyusun puzzle. Jari-jemari kecil mereka sibuk merangkai potongan gambar sinar matahari dan kuncup melati sebagai simbol kebanggaan Pandu Muhammadiyah. Pada pos ini, siswa juga dikenalkan dengan tenda. Wajah penuh rasa ingin tahu tampak saat pembina mengajak mereka masuk ke dalamnya. Bagi siswa kelas 1, berada di dalam tenda terasa seperti memasuki markas rahasia.

Selanjutnya di Pos 3, siswa mengikuti permainan lempar panah dan bola keranjang untuk melatih akurasi. Sorak sorai terdengar setiap kali bola plastik masuk ke keranjang atau panah magnet menempel tepat di papan sasaran. “Wah, meleset,” ujar seorang siswa saat lemparannya belum tepat sasaran. Sebelum memainkan kedua permainan tersebut, para siswa terlebih dahulu menyanyikan Mars HW dengan suara lantang dan penuh semangat, meski sebagian masih tertukar liriknya.

Di Pos 4, siswa bermain seberang sungai dengan bola untuk melatih keseimbangan dan kekompakan. Bola digulirkan secara bergiliran dengan posisi membelakangi teman. Jika kurang konsentrasi, bola bisa terjatuh. Pada pos ini, siswa juga diuji hafalan surat pendek melalui permainan sambung ayat Surah Al-Ikhlas dan Al-Lahab. Ketika pembina membacakan potongan ayat, anak-anak menyambungnya secara bergantian. Lantunan ayat suci mereka menjadi penyejuk di tengah teriknya pagi.

Melalui HW Challenge, siswa tidak hanya dilatih ketangkasan fisik, tetapi juga penguatan karakter dan spiritual. Mereka dibiasakan membuang sampah pada tempatnya, bekerja sama dalam kelompok, menghargai teman, bermain sesuai giliran, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, makan dan minum sambil duduk, serta disiplin dalam setiap aktivitas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡