Suasana semangat dan penuh makna tampak dalam Apel Peringatan Hari Pahlawan di halaman SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas), Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Apel diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan SDM Limas. Mereka tampak antusias mengenakan kostum bertema kepahlawanan—mulai tentara, polisi, dokter, kiai, guru, pilot, masinis, petani, pedagang, hingga wartawan—menyesuaikan minat dan cita-cita masing-masing.
Tiga wartawan cilik SDM Limas turut meliput kegiatan tersebut, yaitu Talita Shakila Ribani Suryadi, siswi kelas VI Ibnu Khaldun yang bercita-cita menjadi ilustrator sebagai reporter; Khanza Alya Gunawan, siswi kelas VI Ibnu Qayyim yang ingin menjadi dokter bedah sebagai fotografer; dan Aqila Shidqia Zakia Irawan, siswi kelas VI Ibnu Qayyim yang bercita-cita menjadi dokter anak sebagai voice recorder.
Sebelum wawancara dimulai, Talita terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada Kepala Sekolah Ustadz Mationo, M.A., dengan sopan dan santun. Ia pun memulai pertanyaan dengan penuh percaya diri, “Apa maksud dan tujuan apel pagi ini dilaksanakan di halaman sekolah, Ustadz?”
Ustadz Mationo, yang akrab disapa Ustadz Yono, menjawab dengan semangat,
“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai wujud syukur dan penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Karena itu, kita sisipkan acara mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan mereka agar husnul khatimah,” ujarnya.
Dalam amanat apel, pembina juga menyampaikan kisah perjuangan arek-arek Suroboyo dalam Pertempuran 10 November 1945. Ia mengisahkan sosok Bung Tomo—atau Sutomo, seorang jurnalis sekaligus pemimpin Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI)—yang terkenal dengan pekikan “Allahu Akbar!” yang membakar semangat rakyat Surabaya melawan penjajah.
Menanggapi pertanyaan lanjutan dari Talita tentang harapannya bagi siswa SDM Limas, Ustadz Yono berpesan,
“Anak-anak SDM Limas diharapkan mampu belajar dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya perjuangan arek-arek Suroboyo pada 10 November. Jadikan semangat juang para pahlawan sebagai teladan dalam belajar dan berbuat baik,” tuturnya penuh semangat.
Amanat tersebut ditutup dengan seruan takbir menggema di halaman sekolah, “Allahu Akbar!”, yang disambut riuh oleh seluruh peserta apel.





0 Tanggapan
Empty Comments