Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu menggelar Malam Tasyakuran Milad ke-113 Muhammadiyah di GOR Gajahmada Kota Batu, Selasa (18/11/2025). Acara ini menjadi momentum penuh syukur sekaligus ajang mempererat silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Batu. Selain itu, kegiatan ini meneguhkan kembali komitmen dakwah dan gerakan Muhammadiyah yang telah berlangsung lebih dari satu abad.
Sebelum acara utama dimulai, digelar praacara berupa penampilan vokal resital “Jalan Tengah” serta pemberian penghargaan kepada para siswa peserta Lomba Senam Anak Indonesia Hebat yang telah dilaksanakan pada Jumat (14/11/2025). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan semangat siswa dalam memeriahkan rangkaian Milad Muhammadiyah.
Acara utama dimulai pukul 19.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Gema Wahyu Ilahi. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan seni bela diri Tapak Suci dari SD Muhammadiyah 4 Batu. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Tari Saman dari siswa-siswi SMP Muhammadiyah 8 Batu yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin.
Memasuki acara inti, H. Tsalis Rifai, S.T., M.M., Ketua PDM Kota Batu, memberikan sambutan sekaligus meresmikan peluncuran buku terbitan Majelis Pustaka dan Informasi Kota Batu berjudul Sang Surya Tak Pernah Padam. Buku tersebut kemudian diserahkan kepada Prof. Thohir Luth dari PWM Jawa Timur yang hadir sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Prof. Thohir Luth menegaskan bahwa Muhammadiyah berdiri berlandaskan dua surah penting, yakni Al-Ma’un dan Al-‘Asr. Menurutnya, KH. Ahmad Dahlan menjadikan kedua surah tersebut sebagai fondasi gerakan agar umat Islam terbiasa berbuat baik, menjauhi kerugian, serta tidak menjadi pendusta agama. Ia mengajak warga Muhammadiyah menjadikan nilai-nilai dalam kedua surah itu sebagai inspirasi dan motivasi dalam hijrah dan perjuangan untuk kesejahteraan umat.
Setelah tausiyah, panggung kembali diramaikan dengan berbagai penampilan seni. Penampilan tari dari SMP Muhammadiyah 2 Batu yang diiringi gamelan menambah kemegahan perayaan milad. Penampilan Solo Vokal “Pesan Sang Nabi” dan Aisyiyah Ansambel Musik dengan angklung menghadirkan nuansa harmoni yang hangat.
Selanjutnya ditampilkan suluk yang kemudian dirangkai dengan pertunjukan drama musikal oleh siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 Batu bertajuk Cahaya dari Kauman, yang menggambarkan perjalanan awal perjuangan Muhammadiyah.
Usai drama musikal, acara ditutup dengan penampilan angklung dari Aisyiyah dan flashmob Milad Muhammadiyah pada pukul 21.30 WIB. Penutupan ini menjadi penanda semaraknya peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang sarat makna, seni, dan nilai perjuangan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments