
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menggelar Lomba Makanan Tradisional di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik, Ahad, (13/7/2025).
Rangkaian kegiatan Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-108 PDA Kabupaten Gresik, diawali kegiatan penyuluhan dan pembinaan bagi Kelompok Wanita Tani Aisyiyah (KWTA) di Wotan PCA Panceng dan di PCA Dukun (5–6/7/2025).
Kegiatan Pembinaan KWTA merupakan kerja sama Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Hari ini, Ahad (13/7/2025), bertempat di GDM Gresik berlangsung kegiatan Lomba Makanan Tradisional, dengan 16 peserta dari 16 Cabang Aisyiyah se- Kabupaten Gresik.
Tampak antusias seluruh peserta dalam menyajikan makanan olahan dari cabangnya masing-masing dengan tampilan yang menarik.
Setelah lomba Makanan Tradisonal dibuka oleh Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, pembawa acara langsung mempersilahkan ketiga dewan juri menilai para peserta, yaitu dari unsur PDA Gresik Muslimah, Budayawan Samsul Arif SPd, dan Ahli Gizi Sitta Ellen Nuraningtyas AMd Gz, dari UPT Puskesmas Kebomas.

Ada yang menarik dari seluruh peserta makanan Tradisional, yaitu dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Benjeng, yang menampilkan olahan Kue Talam yang berbahan dasar dari Temu Ireng, padahal temu Ireng adalah jenis empon-empon yang rasanya pahit.
Lisa Mariana dan Lilis Jaelatun Perwakilan dari PCA ‘Aisyiyah Benjeng menerangkan kepada ketiga dewan juri, tentang proses bagaimana mengolah Kue Talam berbahan dasar Temu Ireng, terdiri dari dua tahap.
Tahap pertama mengolah temu ireng menjadi tepung, kemudian mengolah tepung dengan bahan lainnya menjadi Kue Talam
Langkah-langkah mengolah Temu Ireng menjadi Tepung:
- Kupas, cuci dan parut temu ireng
- Peras dengan kain bersih dengan menambah sedikit air
- Diamkan perasan temu ireng semalam sampai mengendap.
- Buang airnya ambil patinya saja, kasih air lagi, aduk, diamkan lagi kurang lebih 3 jam, dan buang ainya.
- Kalau sudah hilang rasa pahitnya jemur dan saring sampai halus seperti tepung.
Langkah-langkah Mengolah tepung Temu Ireng menjadi Kue Talam:
- Ambil satu gelas tepung temu ireng (250 mg), gula, dan garam (secukupnya),
- Siapkan peras santan
- Masukkan santan dalam panci, masukkan tepung, gula, dan garam.
- Aduk rata dan saring supaya tidak menggerindil
- Masak dengan api kecil sampai mendidih sambil sesekali diaduk 3-4 menit
- Setelah matang angkat adonan dan dicetak sesuai selera.
Lisa menjelaskan, Temu Ireng banyak tumbuh dipekarangan warga, rempah yang kaya kandungan obat-obatan seperti tanin, saponin flavonoid, kurkumoid, dan zat lainnya, sangat bermanfaat bagi tubuh.
Temu Ireng bisa digunakan sebagai obat anti bakteri, anti jamur, anflamasi, dan cacingan. Karena rasa pahitnya yang luar biasa, banyak yang kapok meminumnya.
“Oleh sebab itu PCA Benjeng berinovasi mengubah temu ireng yang pahit menjadi kudapan yang manis, sehingga disukai oleh semua kalangan termasuk anak-anak, Kue Talam Temi Ireng,” sambung Lisa.
Ketua PCA Kebomas sebagai perwakilan peserta dari Kebomas, Muassomah membawa olahan khas Giri “Keteg”. Menurutnya lomba ini unik, penuh inovasi dan kreativitas.

“Yang nantinya tentu ada ide-ide baru yang muncul bisa memberikan warna dan semangat di daerah masing-masing untuk terus mempertahankan kuliner sebagai makanan khas yang perlu dibanggakan,” terangnya.
Adapun pemenang lomba Makanan Tradisional adalah:
Juara 1 : Kue Bikang Pandan dari PCA Sidayu
Juara 2 : Bubur Masin dari PCA Gresik
Juara 3 : Enci dari PCA Ujung Pangkah
Juara 1 akan mewakili PDA Gresik di tingkat wilayah Jawa Timur.(*)
Penulis Lilik Isnawati Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments