Dalam rangka memperingati Milad ke-57, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar serangkaian acara sederhana namun berkesan. Pada momentum ini juga dilakukan launching logo baru sekolah yang berlangsung di Hall Smamita, Selasa (16/9/2025).
Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sepanjang, Ustadz Dr. Sam’un M.Ag, beserta wakilnya Latif Jumadi, mantan Kepala Sekolah Drs. Nadjih Ihsan dan Zainal Arif Fachrudi, para alumni guru Smamita, serta perwakilan siswa.
Peresmian logo baru Smamita ditandai dengan penampilan visual modern yang tetap mencerminkan identitas SMA Muhammadiyah 1 Taman dan semangat keislaman. Acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Syahidah Muthmainnah, siswa Tahfidz Class X-4.
Direktur SMA Muhammadiyah 1 Taman, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran logo baru ini menjadi simbol semangat pembaruan dan inovasi sekolah dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Dengan adanya perayaan milad sekaligus launching logo baru ini, Smamita berharap dapat terus mengukir prestasi, melahirkan generasi unggul, serta menjaga nilai-nilai Islami yang menjadi fondasi pendidikan,” ungkap Edwin.
Edwin menjelaskan bahwa perayaan Milad ke-57 Smamita merupakan yang pertama kali digelar sepanjang sejarah sekolah. “Alhamdulillah, Allah swt mengizinkan kita berkumpul dalam rangka merayakan Milad ke-57 SMA Muhammadiyah 1 Taman untuk pertama kalinya. Ini menjadi bukti perjalanan Smamita hingga saat ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk para wali siswa yang mempercayakan lebih dari satu putra-putrinya untuk bersekolah di sini,” ujarnya.
Terkait logo baru, Edwin menegaskan bahwa proses perancangannya memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Logo ini menggambarkan kondisi Smamita yang terus berkembang.
“Dulu pada masa kepemimpinan Bapak Zainal Arif, Smamita dikenal dengan branding The Excellent School. Namun perkembangan zaman, termasuk adanya pandemi Covid-19, membuat kita sadar bahwa keunggulan saja tidak cukup. Maka Smamita kini naik tingkat menjadi sekolah dengan nilai Respect. Respect adalah hal yang tidak bisa diajarkan oleh teknologi atau artificial intelligence, tetapi harus dibangun melalui sikap dan budaya,” jelasnya.
Ia juga memaparkan makna filosofis dari logo baru Smamita. Jumlah sinar matahari dikurangi dari 12 menjadi 8, sesuai jumlah lantai bangunan sekolah. Warna oranye dan kuning merepresentasikan kreativitas siswa, sementara biru tua dan biru muda melambangkan ketenangan dan profesionalisme guru. Simbol buku, bangku, dan meja mencerminkan komitmen pada ilmu pengetahuan. Tunas melati tetap dipertahankan sebagai lambang kaderisasi angkatan muda Muhammadiyah Sepanjang. Bentuk perisai melambangkan perlindungan Smamita terhadap siswa dan masyarakat.
-

Logo baru SMA Muhammadiyah 1 Taman. Foto: Istimewa/PWMU.CO
“Logo ini tidak simetris, semua bagian melengkung. Ini menunjukkan bahwa Smamita adalah sekolah yang dinamis, yang selama 57 tahun terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik,” tambah Edwin.
Ia berharap momentum Milad ini menjadi titik awal Smamita dalam meneguhkan budaya Respect yang berarti Religious, Smart, Positive, dan Creative. “Smamita besar bukan hanya karena guru yang ada di dalam, tetapi juga berkat dukungan alumni, wali siswa, dan masyarakat. Kami hanya menjadi fasilitator untuk mengembangkan dakwah Muhammadiyah melalui Smamita,” pungkas Edwin, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments