Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir merayakan milad ke-23, (23/11/2025). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini diselenggarakan secara lebih akbar dan meluas.
Hal tersebut bertujuan agar kehangatan dan kemeriahan milad PCIM Mesir dapat di rasakan secara lebih luas untuk masyarakat Indonesia yang ada di Mesir dan sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan ukhuwah dan girah para kader Muhammadiyah Mesir.
“Kegiatan milad yang ke-23 ini akan menjadi momentum bersejarah bagi PCIM Mesir, sebab perayaan tahun ini akan dilaksanakan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Fathi Fathurrahman, Ketua Umum PCIM Mesir, saat membuka rapat panitia milad.
Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini tercipta ruang kebersamaan yang meluas bagi para simpatisan Muhammadiyah secara khusus, serta organisasi afiliasi lainnya secara umum, dengan berbagai macam kegiatan semarak milad yang akan digelar sepanjang bulan November ini.
Dalam upaya memeriahkan agenda milad, PCIM Mesir menyelenggarakan beragam kegiatan semarak milad ke-23 sejak 12 hingga 27 November 2025. Rangkaian acara ini mencakup kegiatan internal bagi keluarga besar Muhammadiyah sekaligus kegiatan eksternal yang mengundang organisasi-organisasi lain, seperti PCINU Mesir, ABIM Mesir, PII Mesir, dan lainnya.
Sportday Outdoor
Rangkaian semarak milad dimulai dengan kegiatan Sportday Outdoor yang diadakan pada 12 November 2025 bertempat di Nadi Gamaliyah.
Kegiatan tersebut mengundang peserta dari internal maupun eksternal Muhammadiyah sebagai momentum silaturahmi antarindividu dan organisasi melalui beragam cabang olahraga, yakni futsal, voli, tarik tambang, dan handball.
Selanjutnya, PCIM Mesir juga menggelar Sportday Indoor pada 16 November 2025 di Markaz Dakwah Muhammadiyah. Berbeda dengan Sportday Outdoor, kegiatan Sportday Indoor diperuntukkan khusus bagi internal Muhammadiyah. Acara ini berisi berbagai perlombaan dan games yang menambah kemeriahan semarak milad, seperti PES, pimpong, tebak gaya, gulat sarung, dan lainnya.
Selain itu, pada bidang kesehatan, PCIM Mesir juga mengadakan program Masisir Sehat yang berkolaborasi dengan MDMC dan LAZISMU Mesir. Kegiatan ini dibuka untuk seluruh warga Muhammadiyah di Mesir.
Acara diawali dengan seminar kesehatan dan dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta.
Tidak berhenti di situ, PCIM Mesir juga menggelar kegiatan dan berbagai perlombaan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan bakat kader Muhammadiyah. Di antaranya adalah Parade Tasmi’, Lomba Kaligrafi, Lomba Komik, Karya Tulis Ilmiah (KTI), Cerdas Cermat Ilmu Alat (CCIA), serta Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ).
Seluruh rangkaian semarak milad tersebut selanjutnya ditutup dengan acara “Malam Puncak Milad” yang diadakan pada tanggal 27 November 2025 bertempat di Masrah Galal Syarqawi, Ramsis.
Acara tersebut diadakan terbuka untuk masyarakat umum Indonesia di Mesir dan di hadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Republik Arab Mesir Bapak Dr. (H.C.) Lutfi Rauf, M.A., beserta jajarannya, para senior PCIM Mesir, serta organisasi afiliasi lainnya.
“Selamat Milad untuk PCIM Mesir, semoga PCIM Mesir dengan usianya 23 tahun, senantiasa dapat meningkatkan dan mengembangkan ajaran dan prinsip-prinsip dasar pendiri Muhammadiyah, yaitu KH. Ahmad Dahlan yang dikenal pendidikannya yang rasional, progresif dan berkamajuan”. Nasehat Bapak Dr. (H.C.) Lutfi Rauf, M.A. dalam sambutannya.
Pentingnya Sinergi
Dalam sambutannya pada malam puncak milad, Ketua Umum PCIM Mesir, Fathi Fathurrahman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian semarak milad ke-23 dengan lancer.
Ia menjelaskan bahwa tema tahun ini, “Bersinergi Menapak Jejak, Mewujudkan Cita-Cita dalam Realita,” menjadi pengingat atas perjalanan panjang PCIM Mesir sejak berdiri dengan nama Ikatan Keluarga Muhammadiyah (IKM), sebelum resmi menjadi PCIM pertama di dunia pada 2002 yang kemudian menginisiasi lahirnya lebih dari 30 PCIM lainnya.
Perkembangan itu berlanjut dengan diresmikannya Tapak Suci, PCIA pertama di dunia, serta TK ABA pertama di luar negeri, hingga akhirnya PCIM Mesir diamanahi Markaz Dakwah sebagai center of excellence dan rumah bagi seluruh kader Muhammadiyah. Jejak sejarah ini, menurutnya, adalah amanah dan warisan perjuangan bagi generasi hari ini.
Fathi juga menegaskan pentingnya sinergi dalam dua dimensi—sinergi internal dalam keluarga besar Muhammadiyah dan sinergi eksternal dengan berbagai organisasi di lingkungan masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir)—sebagai kunci langkah bersama di masa kini.
Puncak Perayaan Milad
Acara Malam Puncak Milad semakin meriah dengan berbagai penampilan menarik dari beragam elemen dan organisasi otonom PCIM Mesir, yang dipadukan dalam drama kreatif bertajuk “Surat Untuk PCIM”.
Penampilan ini menghadirkan Dar Ahmad Dahlan (DAD), Fustat Muhammadiyah, TK ABA, Lembaga Pengelolaan Markaz Dakwah (LPMD), MDMC, LAZISMU, dan Tapak Suci (TS), sehingga menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Acara ditutup dengan pembacaan pemenang lomba dan penyerahan hadiah, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi kader Muhammadiyah Mesir.
Perayaan milad ke-23 PCIM Mesir berhasil menciptakan suasana hangat, meriah, dan penuh kebersamaan, menegaskan peran organisasi ini sebagai rumah bagi warga Muhammadiyah di Mesir. Beragam kegiatan, mulai dari olahraga, lomba kreativitas, program kesehatan, hingga pertunjukan seni, menunjukkan semangat dan kekompakan para kader.
Malam Puncak Milad menjadi puncak kemeriahan, dengan tawa, sorak sorai, dan apresiasi terhadap prestasi mengisi setiap sudut acara. Milad ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi simbol komitmen PCIM Mesir untuk terus membumikan nilai-nilai Muhammadiyah, mencetak kader kreatif, peduli, dan progresif, serta memperkuat ukhuwah Muhammadiyah di Mesir. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments