
PWMU.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Bijak Menggunakan Antibiotik” ini berlangsung pada Kamis (29/5/2025) di Aula Perguruan Muhammadiyah Bulubrangsi, Laren, Lamongan. Acara ini diikuti oleh 150 kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan Aisyiyah Ranting Bulubrangsi.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi oleh Fahreza Albar Mulyadi SKed, yang menjelaskan tentang penyakit saluran pernapasan yang umumnya terbagi menjadi dua jenis: infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.
Ia menjelaskan bahwa penyebab infeksi saluran pernapasan bisa berupa virus, bakteri, maupun jamur.
“Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri atau self-limiting disease, sehingga tidak membutuhkan antibiotik,” jelas Fahreza.
Ia juga memaparkan tanda-tanda infeksi saluran napas yang kemungkinan disebabkan oleh bakteri dan perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk pemberian antibiotik, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, sesak napas, batuk berdahak atau pilek dengan lendir berwarna kuning kehijauan atau berdarah, serta nyeri dada saat bernapas.
Dalam pencegahan, ia menekankan pentingnya konsumsi air putih minimal dua liter per hari, makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan penggunaan masker.
Selanjutnya, Dewi Pratiwi SKed, menyampaikan bahaya penggunaan antibiotik secara sembarangan. Berdasarkan paparan dari materi presentasi, penggunaan antibiotik tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan resistensi antibiotik, di mana bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan. Hal ini dapat memicu kondisi serius seperti pneumonia, abses paru, sepsis, hingga kematian akibat kegagalan napas (ARDS).
Dewi mengingatkan peserta untuk menerapkan prinsip 4T dalam penggunaan antibiotik:
- Tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter.
- Tidak menggunakan antibiotik selain untuk infeksi bakteri.
- Tidak menyimpan antibiotik untuk persediaan di rumah.
- Tidak memberikan antibiotik sisa kepada orang lain.
Beberapa contoh antibiotik yang sering disalahgunakan di masyarakat antara lain amoksisilin dan sefiksim.

Kegiatan semakin meriah dengan sesi kuis interaktif, para peserta antusias dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama dokter spesialis, yaitu dr Eka Ari Puspita SpAn; dr Ayu Lidya Paramitha SpMK, MKed Klin; dr Gadiza Raiznintha SpKFR MKed Klin; dan dr Nur Nubli Julian Parade SpP.
Devi Ayu Ramadhani SKed, moderator dalam sesi ini mengaku sangat mengapresiasi antusias para peserta yg aktif bertanya.
“Hingga akhir sesi masih ada beberapa peserta yang pertanyaannya belum tertampung,” ungkapnya.
Menambah manfaat kegiatan, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah dan pengukuran tekanan darah bagi peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan antibiotik dan memahami pentingnya peran dokter dalam menentukan pengobatan yang tepat.
Penulis Rahma Ismayanti Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun






0 Tanggapan
Empty Comments