Search
Menu
Mode Gelap

Semarakkan Musypimda: PDA Kota Yogyakarta Adakan Workshop Penguatan Peran Perempuan dalam Advokasi Sosial

Semarakkan Musypimda: PDA Kota Yogyakarta Adakan Workshop Penguatan Peran Perempuan dalam Advokasi Sosial
pwmu.co -
Semarak Musypimda PDA Kota Yogyakarta. (Istimewa/PWMU.CO)
Semarak Musypimda PDA Kota Yogyakarta. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Yogyakarta akan menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I pada Sabtu–Ahad, (2–3/8/2025) bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Agenda penting ini ditujukan untuk merumuskan strategi penguatan organisasi berbasis data dan kebutuhan lapangan serta menjalin kolaborasi dengan mitra strategis dalam menjawab tantangan sosial di Kota Yogyakarta.

Sebagai bagian dari persiapan menuju Musypimda, PDA menyelenggarakan kegiatan Pramusypimda berupa Workshop bertajuk “Penguatan Peran Perempuan dalam Advokasi Sosial, Menyikapi Isu Sosial dan Kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta”. Workshop ini dilaksanakan pada Jumat Legi, (18/7/2025) di Aula Utama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung No. 14.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan PDA Kota Yogyakarta, Majelis dan Lembaga beserta anggotanya, serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kota Yogyakarta. Hadir pula dua narasumber dari instansi yang relevan, yakni Indrawati SSos MIP dari Dinas Sosial Nakertrans Kota Yogyakarta dan Dr Sri Roviana SAg MA dari Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah SAg dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini menjadi ajang pemantapan untuk menyongsong Musypimda bertema “Dinamika Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kota Yogyakarta Berkeadilan”. Menurutnya, Musypimda akan menjadi ruang strategis untuk menyusun program kerja berbasis data agar pembangunan di Kota Yogyakarta berjalan secara adil, makmur, dan sejahtera.

Pada sesi panel, Indrawati memaparkan isu-isu strategis yang tengah dihadapi Kota Yogyakarta, termasuk tingginya angka kemiskinan yang ironisnya disertai dengan indeks kebahagiaan dan harapan hidup yang tinggi.

Ia menyoroti bahwa sebagian besar warga miskin adalah perempuan lanjut usia, janda, serta kelompok disabilitas yang masih membutuhkan perhatian, terutama terkait kesehatan mental. Ia juga menyinggung berbagai kebijakan Dinas Sosial terkait rehabilitasi sosial dan jaminan sosial.

Sementara itu, Dr.Sri Roviana membahas strategi dan teknik advokasi sosial melalui materi berjudul “Menguatkan Suara, Mengubah Realitas”. Roviana menekankan pentingnya peran Aisyiyah melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) yang menangani berbagai kegiatan sosial seperti pendampingan keluarga, santunan, daycare lansia, hingga pengasuhan anak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menegaskan bahwa kebermanfaatan layanan ini harus dimaksimalkan dengan semangat kerelawanan dan gerakan advokasi sosial yang konsisten.

“Tugas kita adalah menguatkan suara bagi mereka yang tak bisa bersuara,” ujarnya.

Sebagai penutup, acara ini juga menjadi momen pemberian apresiasi dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIHU) Aisyiyah Kota Yogyakarta kepada PDA dan PCA se-Kota Yogyakarta. KBIHU sebagai amal usaha Aisyiyah telah bersinergi erat dalam mendampingi dan membina jemaah haji di berbagai tingkatan wilayah organisasi. (*)

Penulis S. Intani Editor Amanat Solikah

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments