Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Seminar UMKM Dorong Immawati Tulungagung Menjadi Mandiri, Kreatif, dan Berdaya

Iklan Landscape Smamda
Seminar UMKM Dorong Immawati Tulungagung Menjadi Mandiri, Kreatif, dan Berdaya
pwmu.co -
Bidang Immawati PC IMM Tulungagung mengadakan pelatihan dan seminar (Nadia/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam rangka memperingati semangat perjuangan RA Kartini dalam memberdayakan perempuan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tulungagung melalui Bidang Immawati menggelar seminar bertajuk Marketing UMKM: Menciptakan Immawati Mandiri, Kreatif, dan Berdaya.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Panti Asuhan Yatim (PAY) Siti Fatimah, pada Senin (21/4/2025).

Seminar ini dirancang untuk memberdayakan peserta dengan:

  1. Pemahaman mendalam tentang strategi pemasaran, mulai dari analisis pasar, branding, hingga teknik promosi efektif.
  2. Transformasi digital, pemanfaatan platform digital, media sosial, dan e-commerce untuk mengoptimalkan bisnis.
  3. Peningkatan daya saing produk lokal, strategi diferensiasi produk, packaging menarik, hingga penetapan harga kompetitif.
  4. Akselerasi pertumbuhan UMKM, langkah praktis mengembangkan usaha, dari permodalan hingga perluasan jaringan pemasaran.

Dengan pendekatan interaktif, seminar ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga studi kasus nyata dan solusi aplikatif untuk menghadapi tantangan bisnis di era digital.

Acara yang bermula pukul 14.35 WIB ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Tulungagung, Yunda Nuzula Khoirun Nafsiah SPd yang merupakan pemilik Zila Souvenir. Antusiasme peserta, baik immawan maupun immawati, tampak tinggi melalui partisipasi aktif dalam diskusi.

Yunda memulai usahanya sejak 2019 saat menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Pengusaha berbeda dengan pegawai. Pegawai pendapatannya stabil dan mengikuti aturan perusahaan. Sementara pengusaha memiliki pendapatan tidak menentu—bisa tanpa profit tahun ini, tapi melonjak tahun depan. Waktunya juga fleksibel,” papar Yunda.

Ia menambahkan, Generasi Z menghadapi tantangan seperti tekanan media sosial, kondisi politik, persaingan, dan tantangan internal. “Solusinya dengan meningkatkan literasi digital, teknik pemasaran, dan hubungan masyarakat,” imbuhnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pada sesi tanya jawab, Immawati Khamida menanyakan alasan Yunda memilih bisnis souvenir. “Ini bukan produk pertama saya. Awalnya saya menjual minuman kemasan, makanan bernutrisi, jilbab, hingga baju. Ide souvenir muncul setelah menikah. Suami saya mantan pegawai percetakan yang paham desain grafis. Saya yang memulai usaha, lalu kami menjadi partner,” jelas Yunda.

Lima Tahap Pemasaran

Ratna, Ketua Pelaksana yang juga moderator, menekankan pentingnya memulai usaha sejak dini, “Jika tidak mulai sekarang, kita tak akan tahu hasilnya.”

Ia merangkum materi dengan lima tahap pemasaran:

  1. Awareness (kesadaran),
  2. Interest (minat),
  3. Consideration (pertimbangan),
  4. Retention (tindakan),
  5. Advocacy (loyalitas).

Menurut Ratna tujuan seminar ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa dalam berusaha.”tidak ada benar-salah mutlak, semua bergantung pada keputusan yang diambil,” ungkap immawati yang dapat menguasai keterampilan pemasaran dan menerapkan strategi tepat untuk mewujudkan kemandirian.

Penulis Nadia Meilina Putri Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu