
PWMU.CO – Semprot disinfektan kreasi sendiri di Batam. Mahasiswa UMM melakukannya di Kelurahan Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam (6/9/2020).
Pandemi Covid-19 masih menjadi topik hangat dan menjadi tantangan tersendiri di kalangan masyarakat. Sebagai langkah pencegahan pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) membuat program kerja penyemprotan disinfektan.
Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh k
Kelompok 65 PMM UMM yang terdiri dari Shafelia Nata Aji Kusuma (koordinator), Banowati Amalia Putri, Ridha Sukma Ulya, Tacha Fernanda dan Rafly Alwi. Mereka didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nawang Sulistyani MPd.
Cara Membuat Disinfektan
Koordinator Kelompok 65 Shafelia Nata Aji Kusuma menyampaikan program penyemprotan disinfektan ini dilaksanakan di RT 3 RW 3 Kelurahan Tanjung Uma.
“Kelurahan Tanjung Uma merupakan salah satu kampung tua di Batam. Penghuninya sebagian besar warga asli Batam. Jadi komunikasinya masih sering memakai Bahasa Melayu,” ujarnya.
Menurutnya penyemprotan disinfektan merupakan salah satu upaya untuk pencegahan dan meminimalisir penyebaran Covid-19. Untuk keperluan penyemprotan, kelompok 65 membuat campuran disinfektan sendiri.
“Perbandingan campurannya 1:100 antara wipol dan air. Caranya 10 tutup wipol dicampur dengan 1 liter air. Jadi cukup mudah proses pembuatannya,” papar mahasiswa Fakultas Farmasi UMM ini.
Dia menjelaskan disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan atau membunuh mikroorganisme, baik virus maupun bakteri pada objek benda mati. Disinfektan tidak digunakan pada kulit maupun selaput lendir karena beresiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker.
“Selain melalui tangan atau droplet, virus, dan bakteri juga dapat hinggap dan tinggal di permukaan benda mati. Penyemprotan cairan disinfektan dapat mencegah infeksi virus atau bakteri melalui benda mati ke tubuh manusia,” jelasnya.
Semprot Rumah Warga dan Tempat Ibadah
Tujuan program penyemprotan disinfektan, lanjutnya, yakni membantu pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 dengan melakukan pencegahan dini di tengah masyarakat.
“Pelaksanaan penyemprotan disinfektan dilakukan di rumah-rumah warga. Selain itu juga melakukan penyemprotan tempat ibadah di kampung tua,” ungkapnya.
“Selama penyemprotan berlangsung kami mendapat respon positif dari warga. Bahkan warga kampung tua yang dikomandani Ketua RT 03 Pak Asweri juga ikut membantu dalam program penyemprotan ini,” terangnya.
Dia berharap program penyemprotan disinfektan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah kampung tua.
“Penyemrotan disinfektan dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama warga Kampung Tua. Harapannya program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut serta dalam melakukan pencegahan Covid-19,” harapnya.
Penulis Shafelia Nata Aji Kusuma. Co-Editor Sugiran. Editor Mohammad Nurfatoni.






0 Tanggapan
Empty Comments