Kalimat “Innallaha ma’ashobirin” (Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar) adalah potongan ayat yang sangat populer dan sering dijadikan sumber kekuatan oleh kaum muslimin ketika menghadapi ujian hidup. Ayat ini terdapat dalam firman Allah pada QS. Al-Baqarah: 153:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Makna Kesabaran
Sabar tidak sekadar berarti “menunggu dengan tenang”, melainkan menahan diri dari sikap tergesa-gesa, amarah, keluh kesah, atau sikap putus asa, sambil tetap berharap pada ridha Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa sabar adalah:
“Menahan diri dari rasa gelisah, menahan lisan dari keluh kesah, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang.”
Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad saw:
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, No. 2999)
Jenis-Jenis Sabar
1. Sabar dalam Ketaatan
Menjalankan kewajiban seperti shalat lima waktu, berpuasa, atau berdakwah, membutuhkan konsistensi dan ketekunan. Misalnya, seorang mahasiswa yang tetap disiplin shalat di tengah kesibukan kuliah menunjukkan kesabaran dalam ketaatan.
2. Sabar dalam Menghadapi Musibah
Ketika kehilangan pekerjaan, ditimpa sakit, atau kehilangan orang tercinta, seorang mukmin diajarkan untuk mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Inilah latihan batin menerima bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.
3. Sabar dalam Menjauhi Kemaksiatan
Terkadang, menahan diri dari sesuatu yang haram lebih berat daripada melaksanakan ibadah. Contohnya, seorang pengusaha yang tetap jujur menolak praktik suap meski kehilangan kesempatan proyek besar.
Ayat-Ayat Al-Qur’an Tentang Kesabaran
- Sabar dalam berbuat baik (QS. Luqman: 17)
- Sabar menanti janji Allah (QS. Ar-Rum: 60)
- Sabar sebagai penolong (QS. Al-Baqarah: 153)
- Sabar sebagai jalan ampunan (QS. Hud: 11)
- Sabar sebagai kunci pahala besar (QS. Hud: 115)
Kisah Nabi Ayyub AS: Sabar menghadapi penyakit bertahun-tahun, kehilangan harta dan anak, namun tetap berzikir. Allah kemudian mengangkat derajatnya dan mengembalikan nikmat yang hilang.
Seorang ibu pekerja keras: Di sebuah desa, seorang ibu single parent rela berjualan kecil-kecilan untuk membiayai sekolah anak-anaknya.
Ia tidak mengeluh, meski setiap hari harus berjalan jauh ke pasar. Kesabarannya berbuah manis saat anak-anaknya berhasil menggapai pendidikan tinggi.
Pengalaman sehari-hari: Seorang karyawan yang difitnah di tempat kerja, memilih untuk tidak membalas dengan emosi, melainkan tetap bekerja profesional. Waktu membuktikan bahwa kebenaran berpihak padanya.
Buah Kesabaran
Allah menjanjikan berbagai anugerah bagi orang yang sabar, di antaranya:
- Cinta Allah (QS. Ali Imran: 146).
- Pahala tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10).
- Kebersamaan Allah (QS. Al-Baqarah: 153).
- Ketenangan jiwa (QS. An-Nahl: 127).
Kesabaran bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan hati yang luar biasa. Dalam kehidupan modern yang penuh kompetisi, tekanan, dan ujian, sabar adalah perisai yang membuat seorang muslim tetap teguh, tidak mudah goyah, dan selalu optimis karena ia tahu:
“Allah bersama orang-orang yang sabar.” (*)






0 Tanggapan
Empty Comments