Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar Art Therapy di SMP Dwi Dharma Kedungpari, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari penyuluhan stop bullying yang sebelumnya diberikan kepada siswa, sekaligus langkah nyata untuk memberikan ruang aman bagi mereka yang kerap memendam perasaan.
Program dipandu oleh Eky Karimatu Nisa’ Nabilah, mahasiswa Psikologi UM Surabaya yang akrab disapa Nabilah. Dengan pendekatan yang hangat, ia mengajak para siswa menyalurkan emosi yang selama ini tersimpan melalui media seni.
Art Therapy ini bukanlah terapi klinis, melainkan wadah ekspresi diri yang terbuka. Tempat setiap rasa bahagia, sedih, marah, atau cemas bisa keluar tanpa takut dihakimi.
Kegiatan dimulai dengan pre-test reflektif. Siswa diminta berbagi pengalaman, mulai dari apakah mereka pernah menjadi korban perundungan, emosi yang sedang dirasakan, hingga cara yang biasanya mereka gunakan untuk melampiaskan perasaan.
Hasilnya cukup memprihatinkan, banyak siswa mengaku pernah mengalami bullying, dan sebagian besar memilih memendam perasaan mereka sendiri.
Memasuki tahap inti, suasana berubah menjadi lebih hangat. Siswa diberi kebebasan menggambar sebagai cermin dari apa yang mereka rasakan. Pensil warna, krayon, dan kertas menjadi bahasa yang jujur.
Setiap garis menceritakan kisah, setiap warna menjadi suara hati yang selama ini terdiam. Perlahan, ruang kelas menjelma menjadi kanvas besar yang dipenuhi cerita-cerita tak terucap.
Di akhir kegiatan, post-test dilakukan untuk melihat perubahan suasana hati. Mayoritas siswa mengaku merasa lebih senang, lega, dan ringan. Beberapa bahkan menggambarkannya seperti “melepas beban” yang selama ini membebani pikiran.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi stop bullying akan lebih kuat jika disertai dengan wadah ekspresi yang aman. Sebab, tidak semua perasaan bisa diungkapkan lewat kata-kata. Namun, melalui warna, ia bisa menemukan jalannya sendiri untuk bebas.






0 Tanggapan
Empty Comments