Senyum ceria mewarnai halaman Gedung 2 SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) pada Sabtu (14/2/2026). Sense Fun Event yang digelar Homecare SD Mumtaz menghadirkan semangat baru bagi siswa-siswi inklusi. Sebanyak 24 anak dari berbagai SD dan TK di Sidoarjo turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Acara yang berfokus pada pelatihan sensorik motorik kasar dan halus ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan oleh Homecare SD Mumtaz untuk siswa inklusi se-Sidoarjo.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan hangat bagi siswa serta orang tua. Peserta kemudian dibagi menjadi dua kelas berdasarkan usia: Kelas A untuk anak usia prasekolah (3–6 tahun) dan Kelas B untuk usia 7–15 tahun. Masing-masing kelas mengikuti pelatihan motorik halus sesuai tahap perkembangan mereka.
Puncak acara yang dinantikan adalah Fun Journey, sebuah rangkaian permainan seru yang dirancang untuk merangsang kemampuan sensorik dan motorik anak. Mereka bermain di papan titian, rung cone, holahop, sensory playmat, terowongan, dan foot tactile.
Kegiatan dilanjutkan dengan physical play di monkey bar, area kubah panjat, dan papan seluncur. Sebagai penutup, anak-anak diajak membuat Natural Playdough dan berfoto bersama.

Tak hanya untuk anak, kegiatan ini juga menghadirkan sosialisasi bagi orang tua. Materi yang disampaikan meliputi Program Terapi dan Homecare serta tata cara Intervensi Al-Qur’an yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Sosialisasi ini dibawakan oleh dua pemateri handal, yaitu Heni Dwi Utami S.Pd dan Tri Utami S.Psi
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenalkan siswa homecare dan siswa inklusi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa terapi tidak hanya dilakukan oleh terapis. Peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak,” ujar Tri Utami S.Psi.
Koodinator Home Care Inklusi Mumtaz, Heni Dwi Utami, S.Sos., S.Pd. menambahkan, “layanan terapi Home Care Inklusi tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SD Mumtaz. Program ini juga terbuka bagi anak-anak inklusi di wilayah sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata sekolah terhadap masyarakat.”
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan keistimewaan masing-masing. Peran orang tualah yang menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang mereka.






0 Tanggapan
Empty Comments