Suasana pagi di depan gerbang SMP Muhammadiyah 13 Kalen tampak hangat dan penuh keakraban pada Rabu (28/1/2026). Sejak sebelum pukul 06.30 WIB, sejumlah bapak dan ibu guru telah bersiap menyambut kedatangan siswa yang mulai berdatangan ke sekolah.
Kegiatan menyambut siswa setiap pagi ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai kedisiplinan, sopan santun, dan karakter positif kepada peserta didik.
Pada pagi itu, guru yang bertugas menyambut siswa di gerbang sekolah antara lain Kepala SMP Muhammadiyah 13 Kalen, Imam, guru Bahasa Indonesia Nia, guru Seni Budaya Kusno, serta Amri selaku tenaga kependidikan. Dengan senyum ramah, mereka berdiri di depan gerbang untuk menyapa satu per satu siswa yang datang.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sekolah, dengan harapan seluruh guru dapat hadir lebih awal sebagai bentuk keteladanan. Kepala SMP Muhammadiyah 13 Kalen, Imam, menegaskan bahwa kebiasaan datang pagi dan menyambut siswa bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki makna pendidikan yang mendalam.
“Guru harus berangkat lebih pagi dan menyambut siswa di gerbang agar bisa menjadi contoh yang baik. Kedisiplinan tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi harus dicontohkan secara langsung,” ujarnya di sela kegiatan penyambutan.
Ia menambahkan, menyambut siswa dengan senyum dan sapaan hangat dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar. Suasana pagi yang menyenangkan membuat siswa merasa dihargai dan diterima di lingkungan sekolah.
“Ketika siswa datang dan disambut dengan ramah, mereka akan merasa senang dan nyaman. Ini sangat berpengaruh pada semangat belajar mereka di kelas,” tambahnya.
Interaksi antara guru dan siswa di gerbang sekolah pun terlihat akrab. Para siswa tidak hanya berjalan masuk, tetapi bersalaman, mengucapkan salam, dan tersenyum kepada guru. Kebiasaan sederhana ini menjadi pemandangan yang menyejukkan sekaligus sarat makna pendidikan karakter.
Nia, guru Bahasa Indonesia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melatih siswa untuk berkomunikasi dengan baik dan sopan.
“Anak-anak jadi terbiasa menyapa dan bersalaman. Ini hal kecil, tetapi dampaknya besar dalam membentuk sikap santun dan rasa hormat kepada guru,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Kusno, guru Seni Budaya. Menurutnya, kebiasaan menyambut siswa di pagi hari mampu membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa.
“Dengan menyapa sejak pagi, hubungan guru dan siswa menjadi lebih dekat. Anak-anak juga terlihat lebih ceria saat mengikuti pelajaran,” ungkapnya.
Imam menambahkan, kebiasaan bersalaman, menyapa, dan tersenyum merupakan bagian dari penanaman karakter agar siswa terbiasa berperilaku sopan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Kami ingin menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Ketika siswa bertemu guru atau orang yang dikenal di luar sekolah, mereka terbiasa menyapa, bersalaman, dan tersenyum,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya senyum sebagai bentuk kebaikan.
“Senyum adalah ekspresi wajah yang menunjukkan kebaikan. Bahkan ada ungkapan indah, ‘Senyum adalah ibadah’. Dengan senyum, kita menebarkan energi positif kepada orang lain,” katanya.
Melalui kegiatan menyambut siswa setiap pagi di gerbang sekolah ini, SMP Muhammadiyah 13 Kalen berharap dapat menciptakan budaya sekolah yang disiplin, ramah, dan berkarakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi bagian dari proses pendidikan yang membentuk sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan teladan nyata dari para guru, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, kesopanan, serta semangat belajar dapat tumbuh dan melekat kuat pada diri setiap siswa SMP Muhammadiyah 13 Kalen. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments