Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sepanjang Kehilangan Bang Karim, Sosok Panutan

Iklan Landscape Smamda
Sepanjang Kehilangan Bang Karim, Sosok Panutan
pwmu.co -
Drs Abdul Karim Musthofa Baisa MPd saatemberikan hadiah kepada salah satu peserta khitanan masal dalam rangka peringatan Milad RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang. (Ninik Fadiah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sepanjang berduka, Drs H Abdul Karim Mustafa Baisa MPd yang biasa dipanggil Bang Karim meninggal dunia pukul 20:52 WIB di RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang Sidoarjo, Selasa (25/6/2024) bertepatan dengan 18 Zulhijah 1445 H.

Bang Karim adalah sosok ramah senyum lagi santun kepada siapapun. Ciri khas beliau ketika berjalan adalah menunduk dan tersenyum. Sebuah tanda orang yang jauh dari sifat sombong.

Wuryanti SAg SPd, sekretaris Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sepanjang menyampaikan sifat beliau yang meneduhkan.

“Ucapan Bang Karim tidak hanya mendamaikan, tetapi juga memberi solusi yang mengedepankan umat dan pergerakan Muhammadiyah, kami Aisyiyah meminta nasihat beliau,” tuturnya.

Bendahara PCA Sepanjang, Ibu Vivi juga menyampaikan bahwa di mata Ibu-ibu PCA, Bang Karim selalu menjadi teladan.

“Bang Karim jadi sosok panutan tempat kami meminta nasihat, MasyaAllah Laa haula wa laa quwwata illa billah. Hari ini kami sangat berduka tidak karena telah dipanggilnya Bang Karim, tetapi kami harus juga bisa meneladani kebaikan kebaikan beliau sekaligus meneruskan perjuangannya,” ujarnya.

Sadar kami harus mengikhlaskannya, orang yang sangat baik yang selalu memberi motivasi kepada kami smua untuk menebar kebaikan dan memajukan pergerakan Muhammadiyah di sepanjang khususnya.

Pelajaran dari beliau yang sangat melekat adalah keshalehan, kejujuran, kedermawanan, serta selalu ingin menyenangkan orang banyak.

Drs Abdul Karim Musthofa Baisa MPd saat mmberikan hadiah kepada salah satu peserta khitanan masal dalam rangka peringatan Milad RS Siti Khodijah Muhammadiyah Sepanjang. (Ninik Fadiah/PWMU.CO)

Fatchul Mubarok SThI MPd, Ketua Lazismu PCM Sepanjang menyampaikan bahwa almarhum adalah sosok yang rasa empatinya sangat tinggi.

“Beliau hampir tidak ada kata “maaf saya tidak bisa bantu” ketika ada siapapun orang yang meminta bantuan baik material maupun non material, tidak hanya itu kami Lazismu PCM memberikan sebutan “Bapak seribu anak yatim” karena beliau sangat luar biasa dalam memcurahkan hidup dan hartanya untuk anak-anak yatim, dan itu tidak sedikit yang menjadi anak asuh beliau,” pungkasnya.

Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk almarhum Bang Karim.

Penulis Ninik Fadiah, Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu