Suasana Desa Gedangan tampak meriah pada Minggu (24/8/2025). Masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan desa untuk menyaksikan karnaval tahunan yang selalu dinanti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, MTs Muhammadiyah 29 Gedangan turut serta memeriahkan acara. Namun, ada yang berbeda kali ini.
Para siswa tidak hanya ikut berjalan dalam pawai, tetapi juga menampilkan hasil karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di hadapan masyarakat.
Dengan mengusung tema Sepeda Hias dan Kemerdekaan, siswa-siswi MTsM 29 Gedangan menampilkan kreativitas mereka dalam menghias sepeda. Setiap kelompok diberi kebebasan berkreasi. Ada yang menghias sepeda dengan pita merah putih yang meriah, ada pula yang membentuknya menyerupai kendaraan tank, bahkan ada kelompok yang mengkreasikan sepeda menjadi bentuk unta.
Keikutsertaan MTsM 29 Gedangan dalam karnaval ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan P5 di sekolah. Program P5 yang sedang digencarkan pemerintah bertujuan agar siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga berkreasi, berkarya, dan menyalurkan bakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Karnaval desa pun menjadi momentum tepat untuk memperlihatkan hasil kerja keras siswa kepada masyarakat luas.
Acara karnaval sendiri merupakan tradisi tahunan Desa Gedangan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Rute karnaval berlangsung dengan berkeliling jalan desa, sehingga seluruh warga dapat menyaksikan langsung kreativitas peserta, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat antar-RT.

MTsM 29 Gedangan selama ini dikenal memberi ruang luas bagi siswa-siswinya untuk menyalurkan ide kreatif. Melalui ajang ini, setiap kelompok siswa menampilkan hasil karya yang kemudian mendapat apresiasi. Meski hanya ada satu kelompok yang dinobatkan dengan nilai karya tertinggi, seluruh kelompok tetap mendapat penghargaan dari dewan guru.
“Karya-karya siswa MTsM 29 Gedangan keren-keren, jadi semuanya mendapat nilai bagus dan patut diberi penghargaan,” ujar Mashurotul Ainil Milah, Kepala MTs Muhammadiyah 29 Gedangan, saat ditemui usai acara.
Para guru berharap kegiatan karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga sarana pembelajaran. Mereka ingin perayaan HUT RI diisi dengan hal-hal positif yang mampu menumbuhkan semangat berkreasi dan cinta tanah air.
Lebih lanjut, pihak sekolah berpesan agar siswa terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas karya mereka. Bagi guru, hasil karya peserta didik adalah aset berharga yang menunjukkan potensi generasi muda serta semangat mereka untuk membangun bangsa melalui kreativitas. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments