
PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid mengatakan membangun peradaban bangsa menuju generasi berkemajuan tidak cukup hanya dengan berilmu dan beragama. Tapi harus pula mempunyai kepedulian supaya mampu mengubah keadaan.
Pernyataan itu tegas disampaikan Nadjib dalam pembukaan acara Musyawarah Daerah (Musyda) XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Aula Acmad Zainuri Universitas Muhammadiyah (Unmuh), Jumat (7/12/18).
“Banyak tokoh intelektual di negeri ini dan banyak pula tokoh agama. Tapi mereka tidak mampu mengubah keadaan karena tidak punya rasa kepedulian,” kata Calon anggota DPD RI Dapil Jatim dengan nomor urut 41 itu.
Nadjib menuturkan, apa yang dulu dilakukan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan satu abab yang lalu bermula dari rasa kepedulian. Padahal, seangkatan dengan Kyai Dahlan yang memiliki ilmu agama mantap sangat banyak. Tapi yang memiliki kepedulian seperti Kyai Dahlan itu sedikit.
Nah, Kyai Dahlan dalam sejarah itu tercatat sebagai tokoh yang melakukan perubahan besar dan karyanya bisa dikenang serta dirasakan hingga satu abad lebih ini.
“Maka dari itu, saya mengimbau kader IMM, yang merupakan pemilik masa depan ini agar bisa melakukan perubahan untuk masa depan yang lebih baik,” paparnya.
Pria asal Lamongan itu mengungkapkan, apa yang dulu dilakukan Kyai Dahlan pada zamannya dikatakan tidak waras. Bahkan, Kyai Dahlan dituduh sebagai kyai kafir, kyai palsu, dan pembawa ajaran agama baru. Tapi, setelah satu abad berlalu apa yang dilakukan Kyai Dahlan itu dapat dirasakan manfaatnya hingga sekarang.
“Nah, kader IMM harus juga mampu mengukir sejarah masa depan itu dari sekarang melalui kepedulian terhadap keadaan. Sebagai Alquran Surat Al Maun yang diterjemahkan oleh Kyai Dahlan dulu dengan peduli pada si miskin, pada orang yang tidak terdidik dan juga pada sisi keagamaannya,” ujatsnya. (Aan)






0 Tanggapan
Empty Comments