
PWMU.CO – Pentingnya Pembiasaan 4 Kata Ajaib disampaikan oleh pembina seremoni pagi, Mila Sopia SPd, di halaman SD Muhammadiyah I Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, Senin (03/02/2025).
Pada kesempatan tersebut, Mila, demikian sapaan akrabnya, mengawali pembinaannya dengan bertanya kepada anak-anak tentang apa saja 4 kata ajaib tersebut.
Mula-mula, suasana tampak hening sejenak. Anak-anak terlihat berpikir, mencari jawaban yang tepat. Namun, tak lama berselang, mulai terdengar jawaban beragam dari masing-masing siswa.
Beberapa menyebut “tolong”, ada yang menyebut “maaf”, sebagian lagi berteriak “terima kasih”, dan “permisi”.
Mila kemudian tersenyum, dan mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu 4 Kata Ajaib dengan nada lagu anak-anak yang sudah familiar, “Kalau Kau Suka Hati”.
4 Kata Ajaib Dalam Lagu
Kalau kita bersalah bilang apa? (Maaf)
Kalau kita bersalah bilang apa? (Maaf)
Kalau kita bersalah
Ada kata ajaib
Kalau kita bersalah bilang apa? (Maaf)
Kalau butuh bantuan bilang apa? (Tolong)
Kalau butuh bantuan bilang apa? (Tolong)
Kalau butuh bantuan
Ada kata ajaib
Kalau butuh bantuan bilang apa? (Tolong)
Kalau kita diberi bilang apa? (Terima kasih)
Kalau kita diberi bilang apa? (Terima kasih)
Kalau kita diberi
Ada kata ajaib
Kalau kita diberi bilang apa? (Terima kasih)
Kalau kau mau lewat bilang apa? (Permisi)
Kalau kau mau lewat bilang apa? (Permisi)
Kalau kau mau lewat
Ada kata ajaib
Kalau kau mau lewat bilang apa? (Permisi)
Siswa tampak antusias mengikuti lagu tersebut. Beberapa siswa tersenyum dan tertawa saat menghafalkan lirik, sementara yang lain terlihat serius memahami maknanya.
Setelah lagu selesai, Mila kembali menjelaskan lebih dalam tentang pentingnya membudayakan 4 kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Kebiasaan Baik Sejak Dini
Mila menjelaskan bahwa keempat kata ajaib ini bukan sekadar kata-kata, tetapi merupakan cerminan dari karakter yang baik. Kata “maaf” mencerminkan sikap rendah hati dan kesadaran akan kesalahan. Kata “tolong” menunjukkan rasa peduli terhadap orang lain. Kata “terima kasih” adalah bentuk penghargaan atas kebaikan orang lain, dan “permisi” adalah bentuk kesopanan dalam berinteraksi.
“Jika keempat kata ini sudah tertanam sejak kecil, maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang santun dan penuh empati,” ujarnya.
Ia juga mengajak siswa untuk mempraktikkan kata-kata tersebut di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat.
“Misalnya, ketika kalian tidak sengaja menginjak kaki teman, segera ucapkan maaf. Jika ingin dibantu mengambil sesuatu, katakan tolong. Ketika mendapatkan hadiah atau bantuan, ucapkan terima kasih. Dan jika ingin lewat di antara orang-orang yang sedang duduk, katakan permisi,” jelas Mila.
Dukungan Dari Sekolah
Terkait pembinaan budaya 4 kata ajaib tersebut, Kepala Urusan Kesiswaan, Bellah Lasyah Meylindah SPd, menyampaikan bahwa pembiasaan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter di SD Muri. Ia menekankan bahwa budaya sopan santun harus terus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
“Kami di SD Muri selalu berupaya menanamkan nilai-nilai kebaikan dan karakter unggul pada siswa. Salah satunya melalui pembiasaan 4 kata ajaib ini. Kami berharap, ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah dan di mana pun anak-anak berada,” ujar Bellah.
Ia juga mengajak guru dan orang tua untuk bersama-sama menjadi teladan dalam membiasakan penggunaan 4 kata ajaib.
“Keteladanan dari orang dewasa sangat penting. Jika anak-anak sering mendengar dan melihat orang tua atau guru menggunakan kata-kata ini, mereka pun akan terbiasa,” tambahnya.
Di akhir sesi pembinaan, Mila kembali mengajak siswa untuk mengulang 4 kata ajaib dengan suara lantang. “Apa yang harus kita katakan kalau ingin lewat?,” tanyanya. “Permisi!,” jawab siswa serentak. “Kalau diberi sesuatu?,” lanjutnya. “Terima kasih!,” sahut anak-anak penuh semangat.
Seremoni pagi itu pun ditutup dengan tepuk tangan meriah. Anak-anak terlihat lebih memahami pentingnya 4 kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari. Semoga pembiasaan baik ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari karakter unggul siswa SD Muri.(*)
Penulis Qomariyah Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments