
PWMU.CO – Langit Surabaya tampak cerah, seolah turut menyambut semangat para siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) yang bersiap mengikuti kegiatan outdoor study istimewa pada Selasa (10/6/2025).
Setelah menyelesaikan Sumatif Akhir Semester II, para siswa memulai perjalanan edukatif yang membawa mereka menelusuri jejak perjuangan para pahlawan di dua lokasi bersejarah yakni Museum Sepuluh Nopember dan Alun-Alun Kota Surabaya.
Sejak pagi, wajah-wajah ceria menghiasi halaman sekolah. Tak hanya semangat belajar yang terpancar, tetapi juga antusiasme menyambut pengalaman baru yang akan mereka rasakan.
Sesampainya di Monumen Sepuluh November, para siswa disambut dengan kisah heroik perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan tanah air. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata, tetapi juga menyaksikan film 3 dimensi yang menggambarkan sengitnya pertempuran pada 10 November 1945.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan kegiatan outdoor kali ini. Selain bisa bermain, kami juga jadi tahu bagaimana perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan wilayahnya,” tutur salah satu siswa kelas 5 Al-Mushowwir, Azfar Athallah Danish, dengan mata berbinar.
Tak sekadar menikmati cerita sejarah, para siswa juga diajak untuk aktif berpikir kritis. Mereka mendapat tugas membuat rangkuman dengan pendekatan ADiKSiMBa (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana), sebuah metode pembelajaran yang melatih kemampuan menyerap informasi secara kritis dan sistematis.
“Saya berharap kegiatan outdoor kali ini dapat memberikan motivasi dan pemahaman kepada para siswa, serta menumbuhkan rasa apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan,” ungkap wali kelas 5 Al-Qohhar, Ustadzah Karina Sari Nugroho.

Petualangan mereka berlanjut ke alun-alun Kota Surabaya. Di sana, para siswa menyusuri museum bawah tanah, ruang edukatif yang menyimpan kisah panjang perkembangan Kota Pahlawan. Melalui tampilan visual dan artefak yang dipamerkan, mereka belajar mengenal Surabaya dari sudut pandang sejarah dan budaya.
Setelah puas mengeksplorasi, para siswa menikmati makan siang bersama dengan tertib dan penuh keceriaan. Kegiatan hari itu ditutup dengan senyum bahagia, kenangan yang membekas, serta wawasan baru yang memperkaya jiwa.
Para guru dan pendamping turut memainkan peran penting dalam memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan menyenangkan.
Semua pihak berharap, pengalaman ini menjadi awal tumbuhnya kecintaan siswa terhadap sejarah bangsa, sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjelajah dan belajar dari lingkungan sekitar. (*)
Penulis Umi Amrita Banafsha A dan Afuw ElKhoir Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments