
PWMU.CO – Kegiatan Gelar Karya Proyek P5 di SD Muhammadiyah 01 Tanggul, Jember telah berlangsung dengan meriah pada Senin (16/6/2025).
Acara ini bertema “Dengan Kuliner Tradisional Kami Mengenal Budaya”. Peserta yang berjualan dalam acara ini adalah siswa-siswi rombongan belajar (rombel) kelas IV didampingi oleh guru kelas. Acara ini dilaksanakan di kampus 1 dan kampus 2.
Acara ini dibuka oleh kepala SD Muhita, Nur Sabaha SThI MPdI.
“Anak-anak, inilah kegiatan yang kalian tunggu-tunggu sebagai kesempatan kalian berwirausaha. Banyak sekali tokoh-tokoh muslim yang menjadi pengusaha sukses,” jelas Sabaha.
Sabaha menjelaskan dalam berwirausaha seharusnya didasari dengan adab dan akhlak yang baik, “Dalam berjualan ada aturannya dan adabnya. Yang pertama, barang yang dijual barang halal baik dari bahannya dan cara perolehannya. Yang kedua, barang yang dijual harus jujur, tidak boleh disembunyikan kekurangannya kepada pembeli. Yang ketiga, kalian tidak boleh mencari untung yang terlalu banyak, seperti barangnya yang sebenarnya Rp3.000,- dijual Rp30.000,-. Terakhir, penjual melayani pembeli harus ramah.”
Sabaha menjelaskan dalam berjualan perlu berbagi tugas. Ada menjadi kasir, ada yang mempromosikan, dan ada yang menjadi pelayan.
“Saya berharap pengalaman ini menjadi pengalaman berharga dan menjadi motivasi kalian bahwa menjadi pengusaha itu menyenangkan,” harap Sabaha.
Sabaha menceritakan kisah sahabat Rasulullah bernama Abdurrahman bin Auf kepada siswa-siswi. Abdurrahman bin Auf adalah seorang sahabat kaya raya yang dermawan. Walaupun selalu sukses dalam berdagang, Abdurrahman bin Auf tidak lupa beribadah kepada Allah.
“Teruslah berikhtiar dan tawakkal kepada Allah. Jangan lupa keuntungan dari berjualan kalian dibagi kepada teman-temannya,” pesan Sabaha.
Saat acara dibuka oleh kepala sekolah, terlihat banyak siswa-siswi dari kelas lain yang membeli jajanan dan minuman dari setiap stand kelompok. Menu yang dijual adalah makanan dan minuman tradisional, seperti soto lontong, sate lontong, tahu walik, onde-onde, lemet, dawet, es kopyor, es blewah, dan lain sebagainya.
Siswa-siswi bekerja sama dan berbagi tugas di setiap stand. Ada anak yang mempromosikan jualannya kepada siswa-siswi kelas lain dan ada yang menjadi kasir. Anak-anak menjual dagangan dan melayani pembeli mereka dengan wajah ramah dan ceria.
Penulis Muhammad Arief Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun





0 Tanggapan
Empty Comments