Kegiatan Kemah akhir pekan (Kemahiran) yang dilaksanakan di Lapangan Bung Karno SD Mugres Kampus B pada Jumat (26/09/2025), disambut dengan sangat meriah.
Acara yang diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 ini dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik, Drs. Tri Wahyudi, dengan semangat membara yang diikuti riuh tepuk tangan seluruh peserta kemahiran.
“Kegiatan berkemah ini mengajarkan kedisiplinan untuk kalian agar menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Adanya komunikasi yang baik juga sangat penting untuk kekompakkan antar anggota regu,” ungkap Tri Wahyudi.
Sesaat setelah upacara pembukaan selesai, seluruh peserta Kemahiran secara bersama-sama mendirikan tenda yang nantinya akan mereka gunakan untuk tempat beristirahat, dan dilanjut dengan salat Ashar berjamaah yang dilaksanakan pula di lapangan.
Acara dilanjutkan dengan pemberian 2 materi yang diberikan oleh teman-teman perwakilan dari Kwarda, yakni ramanda Mukhlas dan ramanda Harun Rasyid.
Saat menyampaikan materi tentang Hizbul Wathan (HW). Harun begitu ia akrab disapa, mengatakan bahwa tujuan adanya HW adalah agar menjadikan anak-anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak menye-menye, terkhusus tidak menjadi anak yang cengeng.
Setelah mendapatkan materi tentang HW dan mengulas kembali materi tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), peserta Kemahiran melanjutkan kegiatan dengan istirahat, salat, dan makan malam bersama.
Antusiasme peserta semakin terasa tatkala mereka menantikan kegiatan jelajah alam yang di antaranya menguji kekompakan antar anggota regu dalam memecahkan teka-teki yang sudah disiapkan oleh panitia kemahiran.
Teka-teki tersebut di antaranya, mencari potongan kertas yang terikat pita sesuai warna regu yang telah tertempel pada pohon di lingkungan sekolah. Di mana potongan kertas tersebut berisi tentang undang-undang pandu HW yang harus mereka susun pada pos 3 nantinya.
Selain itu, para peserta juga diminta untuk melanjutkan perjalanan menuju pos-pos yang tersebar di daerah Kota Tua Kota Gresik.
“Tolong satu orang”, adalah salah satu kode dalam semaphore yang harus dipecahkan pada pos 2. Sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 3, peserta diminta untuk menolong 1 orang, pertolongan yang mereka berikan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, serta menumbuhkan sikap empati dan simpati pada lingkungan sekitar dengan saling tolong-menolong.
Sesampainya kembali di sekolah, peserta melanjutkan kegiatan dengan menyuguhkan bakat. Setiap regu menampilkan tarian yang dipadu-padankan dengan semaphore, yang selanjutnya diakhiri dengan istirahat malam dan salat Tahajud berjamaah.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments