Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Serunya Parenting TPA, KB, TK Aisyah 25 Wage

Iklan Landscape Smamda
Serunya Parenting TPA, KB, TK Aisyah 25 Wage
pwmu.co -
Kegiatan Parenting TPA-KB-TK Aisyah 25 Wage bersama Bunda Ani Cristina. (Nursiyam/PWMU.CO)

PWMU.CO- Acara Parenting TPA – KB – TK Aisyah 25 Wage yang mengangkat tema “Mengenal Batasan Gadget pada Anak Usia Dini” diselenggarakan di Premier Place, Hotel Juanda, pada Sabtu (8/2/2025), pukul 08.00 – 11.00 WIB. Acara ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.

Keseruan acara dimulai sejak pra acara, dimana dua anak bernama Rafilla dan Adisti dari kelas A3 tampil membacakan puisi berjudul “Sungguh Sangat Berarti” dengan percaya diri.

Keduanya mengenakan gaun gamis bercorak bunga kecil dan jilbab pink, tampak serasi dan lucu ketika bergantian melafalkan isi puisi disertai gerakan tubuh yang memikat.

Tampilan berikutnya juga tak kalah menarik. Sebanyak enam anak TK A tampil menari dan menyanyikan lagu “Cinta Muhammadiyah” dengan kostum serasi berwarna merah kuning dan jilbab hitam.

Anak-anak tersebut adalah Almera, Janeeta, Una, Misha, Azzura, dan Anya. Tak hanya itu, Shanum dan Maryam juga dengan percaya diri membaca al-Quran dan melantunkan saritilawah.

Kepala Sekolah TPA – KB – TK Aisyah 25 Wage, Dzurodatul Maknun SPdI dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada tamu undangan yang hadir, di antaranya Ketua PRM Wage H Harna, ST, Ketua PRA Rista Rahmaniasti, Pemateri Bunda Ani Cristina SPsi, serta berbagai pihak lainnya.

Datul juga menegaskan tujuan utama parenting ini, yakni untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak usia dini.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan inti parenting yang dipandu oleh Bunda Ani Cristina SPsi, sebagai pemateri, dan Ustadzah Muniroh SPd, sebagai moderator.

Muniroh mengawali acara dengan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menyaksikan generasi X, Y, Z, dan bahkan Alfa.

Ia mengingatkan pentingnya mendidik anak sesuai dengan zamannya, sebagaimana yang diajarkan oleh H.R Ali Bin Abi Thalib: “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamannya.”

Dalam sesi pemaparan materi, Bunda Ani mengajak peserta untuk memeriksa konsentrasi dengan melakukan tepuk-tepuk sebagai simbol perkembangan konsentrasi anak sesuai usia mereka.

Ia menjelaskan bahwa latihan konsentrasi ini penting untuk perkembangan motorik dan konsentrasi anak, yang juga akan memengaruhi kemampuan belajar di jenjang pendidikan berikutnya.

Bunda Ani, yang juga seorang psikolog, kemudian mengungkapkan dampak negatif dari penggunaan gadget pada anak, seperti menurunnya konsentrasi, masalah emosi, sosial, dan moral.

Ia menyarankan agar orang tua memberikan batasan waktu penggunaan gadget, yakni hanya satu jam per hari untuk anak usia 2–5 tahun, dan untuk anak di atas 5 tahun, gadget dapat digunakan secara produktif.

Bunda Ani juga memberikan beberapa tips penting dalam memberikan batasan gadget, antara lain:

Pertama, Batasan kepemilikan: Gawai milik orang tua, dan anak hanya boleh meminjam.

Kedua, Batasan waktu: Gawai hanya boleh digunakan di waktu tertentu dan di ruang publik.

Ketiga, Batasan fungsi: Gawai hanya digunakan untuk konten yang sesuai dan kegunaan yang wajar.

Bunda Ani menyarankan agar orang tua berpuasa HP di hadapan anak, menjadwalkan waktu bermain bersama anak, serta mengatur kegiatan outdoor yang menyenangkan sebagai alternatif hiburan. Jika diperlukan, kerjasama dengan profesional juga disarankan untuk menangani kecanduan gadget pada anak.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme dari peserta. Acara ditutup dengan pemberian doorprize dan foto bersama, serta doa penutup yang dipimpin oleh H Harna ST, selaku Ketua PRM Wage.

Penulis Sonah Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu