Suasana Aula Pondok Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Kranji, Kamis (5/2/2026), tampak berbeda dari biasanya.
Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tampak antusias mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar MA Muhammadiyah 11 Tahfidzul Qur’an Kranji.
Kegiatan ini diikuti 70 peserta yang merupakan dari siswa MA, perwakilan dari MTs, MI, hingga TK.
Sejak awal acara, nuansa semangat belajar dan rasa ingin tahu begitu terasa, terutama saat para peserta diajak memahami dunia kepenulisan secara langsung dan menyenangkan.
Ketua panitia, Yusron Shobahi, Lc, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang makna menulis dan membaca.
“Menulis dengan hati, membaca dengan pikiran,” tuturnya.
Menurutnya, meski hati tidak bisa menulis dan pikiran tidak bisa membaca, keduanya menjadi unsur penting agar tulisan memiliki rasa dan pemahaman yang kuat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala MA Muhammadiyah 11 Tahfidzul Qur’an Kranji, Anas Ma’ruf, S.Sos. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan melahirkan generasi penulis unggul yang berkarakter Qur’ani.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, siswa lebih aktif menulis, khususnya di media sosial dengan bahasa yang baik dan baku, serta tumbuh kecintaan terhadap dunia literasi,” ujarnya penuh harap.
Sesi inti pelatihan diisi oleh Alfain Jalaluddin Ramadlan, Editor PWMU.CO. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia membagikan kunci utama menjadi penulis.
“Kalau ingin jadi penulis, kuncinya hanya dua: niat dan istiqomah,” tegasnya.
Ia juga memaparkan tahapan sederhana menulis berita, mulai dari mencari fakta, menentukan judul, melengkapi data dan foto, menulis sesuai kaidah jurnalistik, mengecek ulang, hingga mengirimkan ke media. Materi tersebut disampaikan dengan contoh dan praktik ringan sehingga mudah dipahami para peserta.
Tak hanya belajar teori, suasana pelatihan terasa seru dan asyik karena diselingi permainan edukatif dan diskusi interaktif. Para peserta pun tampak berani bertanya dan mencoba menulis.
Dari MTs Muhammadiyah 17 Kranji, hadir tiga siswi kelas VIII A, yakni Khaira Izzah Huda, Nur Laili, dan Rafillah Maiza. Salah satu dari mereka berhasil terpilih sebagai peserta dengan berita terbaik, sebuah pencapaian yang membanggakan dan memotivasi peserta lain.
Pelatihan jurnalistik ini bukan sekadar kegiatan belajar menulis, tetapi menjadi ruang tumbuhnya kepercayaan diri, kreativitas, dan semangat literasi pelajar Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments