Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Serunya Siswa SD Mudri Adu Cepat di Lomba Egrang Batok Kelapa

Iklan Landscape Smamda
Serunya Siswa SD Mudri Adu Cepat di Lomba Egrang Batok Kelapa
Hafizha Nashwa Putri Agustine saat memakai egarng batok lkelapa pada lomba permainan tradisional bersama tim dalam rangka memperingati HUT RI ke 80 di SD MUDRI Foto: Elisya Susanty/PWMU.CO
pwmu.co -

Suasana halaman SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) pada Jumat pagi (23/8/2025) tampak riuh penuh tawa. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80, sekolah yang berlokasi di Jl. Raya Pancawarna 11C AU 18–19 Kota Baru Driyorejo, Gresik, itu menggelar lomba permainan tradisional egrang batok kelapa.

Lomba dimulai pukul 08.30 WIB dengan peserta dari kelas rendah, yakni siswa kelas 1, 2, dan 3. Setiap kelompok terdiri dari enam orang yang harus menempuh lintasan secara estafet.

“Lombanya dilakukan bergantian setiap tiga meter sampai garis finish,” jelas Inke Choirun I’ll Maja SPd, MC lomba di jenjang kelas 1.

Ketua panitia, Ainun Najib, SPd, menuturkan tujuan lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga untuk menanamkan nilai kekompakan dan melatih koordinasi gerak tubuh.

“Selain mengenalkan permainan tradisional, anak-anak belajar bekerja sama dalam tim. Yang lebih dulu mencapai garis finish adalah pemenangnya,” ujarnya.

Salah satu peserta, Hafizha Nashwa Putri Agustine dari kelas 1 Abu Bakar Ash Shiddiq, sempat kesulitan saat pertama kali mencoba.

“Susah pakai egrangnya, rasanya seperti mau lepas. Jadi jalannya kayak robot. Tapi seru juga,” ucapnya polos, disambut tawa teman-temannya.

Hafizha tampil bersama lima rekannya—Khalillah Afiqah Putri Rangga, Arystha Kumalasari Hadi, Kania Zhafira Shaki, Chayra Almira Maritza R, dan Airlangga Arya Wijaya. Menurut wali kelas mereka, Alfionita Kusumawardhani SSi SPd, kelompok memang sengaja dicampur antara siswa laki-laki dan perempuan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Supaya mereka bisa belajar koordinasi dan kekompakan,” terangnya.

Egrang batok kelapa yang digunakan panitia berjumlah tiga pasang. Bentuknya setengah lingkaran, berwarna coklat kehitaman, dengan tali putih di bagian tengah sebagai pegangan kaki.

Finishing varnish di sisi luar dan dalam membuatnya tampak mengkilap, meski tetap mempertahankan serabut kelapa yang khas.

Meski beberapa kali terjatuh, Hafizha dan tim berhasil lolos babak penyisihan dengan menempati posisi pertama. Namun di final, mereka harus puas di urutan ketiga. “Tetap senang, soalnya permainannya seru,” kata Hafizha sambil tersenyum.

Lomba tradisional ini menjadi salah satu cara SD Mudri menjaga semangat kemerdekaan tetap hidup sekaligus melestarikan permainan rakyat yang kian jarang dimainkan anak-anak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu